China Jegal Ambisi Jepang di PBB: Negara Tanpa Penyesalan

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Ambisi Jepang untuk duduk sejajar dengan kekuatan besar dunia di Dewan Keamanan PBB mendapat pukulan telak. Hal ini terjadi setelah pada hari Rabu (21/1), seorang diplomat senior China menyatakan secara terbuka bahwa Tokyo “secara fundamental tidak memenuhi syarat” untuk mencari kursi permanen di badan keamanan tertinggi dunia tersebut.

Sun Lei, charge d’affaires Perutusan Tetap China untuk PBB, menyampaikan penolakan keras ini dalam pertemuan pertama negosiasi antar-pemerintah mengenai reformasi Dewan Keamanan selama sesi ke-80 Majelis Umum PBB.

Menurut pandangan Beijing, Dewan Keamanan adalah inti dari mekanisme keamanan kolektif internasional. Oleh karena itu, Sun menilai Jepang tidak mampu memikul tanggung jawab menjaga perdamaian dunia dan gagal memenangkan kepercayaan komunitas internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara yang tidak menunjukkan penyesalan atas kejahatan historisnya… secara fundamental tidak memenuhi syarat untuk mencari kursi sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” tegas Sun.

Baca Juga :  Kim Jong Un dan Ju Ae Tampil Serasi dengan Jaket Kulit

Hantu Militerisme dan “Penyucian” Sejarah

Selanjutnya, Sun Lei menggunakan panggung PBB untuk mengungkit luka lama. Ia mengenang Pengadilan Tokyo 80 tahun lalu yang menghukum penjahat perang Jepang sebagai peringatan terhadap agresi. Meskipun demikian, ia menilai Jepang gagal memperhitungkan masa lalu militernya secara penuh.

“Sebaliknya, militerisme Jepang telah muncul kembali dalam bentuk yang berubah dan tumbuh dengan diam-diam,” tudingnya.

Lebih jauh lagi, China menuduh kekuatan sayap kanan di Jepang bekerja keras untuk “memutihkan” sejarah agresi. Sun menyoroti penyangkalan berulang terhadap kejahatan sejarah seperti Pembantaian Nanjing, perekrutan paksa “wanita penghibur” (jugun ianfu), dan kerja paksa.

Di samping itu, ia juga mengecam upaya revisi buku teks sejarah yang bertujuan membalikkan vonis atas agresi masa perang Jepang. Bahkan, kunjungan rutin para pemimpin Jepang ke Kuil Yasukuni—simbol spiritual militerisme tempat para penjahat perang Kelas-A dihormati—menjadi bukti tambahan bagi China bahwa Tokyo belum berubah.

Baca Juga :  Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang

Kritik Tajam untuk PM Sanae Takaichi

Serangan diplomatik ini tidak hanya membahas sejarah, tetapi juga menyasar kepemimpinan Jepang saat ini. Sun mengkritik serangkaian tindakan “kekuatan sayap kanan” di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Secara spesifik, Sun mengecam:

  • Pernyataan “keliru” Takaichi mengenai masalah Taiwan.
  • Ancaman penggunaan kekuatan terhadap China.
  • Pernyataan pro-nuklir dari pejabat senior.
  • Upaya merevisi dokumen keamanan nasional.
  • Klaim untuk mengubah Tiga Prinsip Non-Nuklir Jepang.

“Akibatnya, langkah-langkah ini mengekspos niat berbahaya untuk mempromosikan ‘re-militerisasi’ dan menghidupkan kembali militerisme,” ujar Sun. Kemudian, ia memperingatkan bahwa tindakan Tokyo menimbulkan ancaman baru bagi perdamaian regional dan global.

Sebagai penutup, selaku anggota tetap Dewan Keamanan, China menegaskan posisinya untuk bekerja sama dengan negara-negara pecinta damai lainnya guna menegakkan hasil kemenangan Perang Dunia II dan menjaga tatanan pasca-perang dari upaya revisi sejarah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB