Roti Gratis Tak Cukup, Anak-anak Gaza Tewas Kedingina

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu suara untuk Palestina. Delapan negara menteri luar negeri, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, mengutuk keras langkah Israel yang memperdalam kontrol sipil dan memperluas pemukiman ilegal di Tepi Barat. Dok: Istimewa.

Satu suara untuk Palestina. Delapan negara menteri luar negeri, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, mengutuk keras langkah Israel yang memperdalam kontrol sipil dan memperluas pemukiman ilegal di Tepi Barat. Dok: Istimewa.

GAZA/NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Bantuan kemanusiaan terus mengalir, akan tetapi penderitaan di Jalur Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada hari Selasa (27/1), pekerja kemanusiaan PBB memberikan penilaian suram: situasi tetap “mengerikan” bagi ratusan ribu keluarga yang membutuhkan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) merilis data terbaru mengenai upaya pangan. PBB dan mitranya kini menyediakan roti kepada setidaknya 43 persen populasi di seluruh Jalur Gaza setiap hari. Mereka membagikan roti tersebut secara gratis atau menjualnya dengan harga subsidi kurang dari $1 per paket 2 kg.

Selain itu, distribusi tepung gandum bulanan juga berjalan. Bulan ini saja, mitra kemanusiaan telah menjangkau 1,2 juta orang dengan paket bantuan pangan standar tersebut.

Meskipun demikian, perut yang kenyang tidak bisa sepenuhnya melindungi warga dari ancaman lain yang tak kalah mematikan: cuaca dingin.

Hipotermia: Pembunuh Senyap

Selanjutnya, OCHA melaporkan kabar tragis dari akhir pekan lalu. Seorang anak kembali meninggal dunia akibat hipotermia (kedinginan ekstrem). Akibatnya, kematian ini menambah jumlah total anak yang tewas akibat cuaca dingin menjadi 10 orang.

Baca Juga :  Heboh! Setya Novanto Bebas Bersyarat, Keluar Lebih Cepat dari Lapas Sukamiskin

Angka ini menjadi tamparan keras bagi komunitas internasional. Meskipun mitra kemanusiaan telah mendistribusikan tenda, terpal, kasur, dan selimut kepada lebih dari 7.500 keluarga, serta pakaian musim dingin untuk 1.400 anak, kebutuhan di lapangan jauh melampaui pasokan.

“Solusi berkelanjutan sangat mendesak,” tegas OCHA. Lebih dari 1 juta orang membutuhkan dukungan tempat tinggal yang layak. Kebutuhan tersebut meliputi peralatan untuk memperbaiki rumah, bahan untuk ruang pemanas komunal, hingga alat berat untuk membersihkan puing-puing agar warga dapat menggunakan kembali lahan tersebut untuk perumahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesehatan Mental dan Harapan di Tembok Runtuh

Di sisi lain, upaya pemulihan mental terus berjalan di tengah kehancuran. Sejak Rabu, mitra kemanusiaan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan dukungan musim dingin.

Baca Juga :  Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi

Mereka juga menyediakan dukungan kesehatan mental dan psikososial kepada ratusan orang yang trauma akibat perang berkepanjangan.

Kemudian, simbol harapan pun muncul di sela-sela puing. Sekelompok seniman muda Palestina terlihat melukis mural yang menggambarkan harapan di dinding-dinding bangunan yang hancur di Kota Gaza pada hari Senin.

Peringatan Keras untuk Tepi Barat

Sementara itu, saat mata dunia tertuju pada Gaza, situasi di Tepi Barat tidak kalah mengkhawatirkan. Laporan mitra perlindungan global yang rilis Jumat lalu menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) oleh pasukan Israel.

Laporan tersebut memperingatkan tingginya tingkat kematian dan cedera di kalangan pria dan anak laki-laki Palestina di wilayah tersebut. Oleh karena itu, PBB menyerukan respons yang kuat dan berfokus pada perlindungan, serta mendesak pembebasan warga Palestina yang aparat tahan secara sewenang-wenang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar
Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Berita Terbaru

Sidang darurat anggaran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi tekanan dari kedua partai terkait pembengkakan biaya perang di Iran dan dampaknya terhadap kesiapan militer AS dalam menghadapi potensi konflik global lainnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:41 WIB

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB