SION, POSNEWS.CO.ID – Suasana mencekam menyelimuti lokasi pendengaran di Sion, Swiss, pada Kamis pagi. Sekelompok keluarga korban menunggu kedatangan Jacques dan Jessica Moretti. Pasangan asal Prancis ini memiliki bar Le Constellation yang hancur terbakar di resor ski Crans-Montana.
Para kerabat yang berduka segera meluapkan kemarahan saat pasangan tersebut tiba di lokasi. Kebakaran maut pada 1 Januari lalu itu merenggut 41 nyawa. Mayoritas korban merupakan remaja yang merayakan pergantian tahun. Selain itu, sebanyak 115 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit serta klinik rehabilitasi.
“Di Mana Anak Saya?”: Luapan Emosi Keluarga
Konfrontasi fisik dan verbal mewarnai kedatangan pemilik bar. Gulcin Kaya, ibu dari korban tewas berusia 18 tahun, berteriak di tengah kerumunan. “Di mana putra saya? Di mana dia?”. Jacques Moretti berjanji akan bertanggung jawab dan menghadapi proses hukum demi keadilan.
Pernyataan Tobyas (14) terdengar jauh lebih memilukan. Ia merupakan adik dari Trystan Pidoux (17) yang tewas dalam api. “Anda membunuh kakak saya. Anda membunuhnya,” teriak Tobyas kepada Jessica Moretti. Saat itu, Jessica tampak menangis saat mencoba masuk ke ruang sidang.
Ayah mereka, Christian Pidoux, mengenakan kaus bergambar wajah putranya. Ia menegaskan bahwa aksi ini bertujuan agar tragedi serupa tidak pernah terulang kembali. “Beberapa anak terbakar habis. Mereka tidak lagi memiliki wajah, hidung, atau telinga,” ujar Christian kepada media.
Penyebab Kebakaran dan Tuduhan Kelalaian
Tim jaksa penuntut menduga kebakaran bermula dari tindakan ceroboh di lantai bawah tanah bar. Saksi mata melaporkan bahwa staf bar mengangkat botol sampanye dengan kembang api terlalu dekat ke langit-langit. Hal ini memicu percikan api pada busa isolasi suara yang sangat mudah terbakar. Api kemudian merambat dengan kecepatan mematikan ke seluruh ruangan.
Akibat insiden ini, pasangan Moretti kini berada di bawah penyelidikan kriminal resmi. Mereka menghadapi tiga dakwaan berat, termasuk pembunuhan karena kelalaian (manslaughter by negligence). Selain pemilik bar, otoritas juga menyelidiki kepala keselamatan publik Crans-Montana serta mantan petugas keselamatan kebakaran kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi Medis dan Tuntutan terhadap Otoritas
Kantor Federal untuk Perlindungan Sipil Swiss melaporkan kondisi pasien terbaru. Hingga Senin lalu, pusat luka bakar di luar negeri masih merawat 39 pasien. Sementara itu, rumah sakit di Swiss menangani 25 pasien lainnya. Banyak pasien mulai pindah ke klinik rehabilitasi untuk pemulihan jangka panjang.
Pengacara Alain Viscolo mendesak penyelidikan agar mulai menyasar peran otoritas lokal. Ia mewakili dua korban dalam tragedi ini. “Sudah waktunya mempertimbangkan pihak yang memiliki kekuasaan mengawasi keselamatan kebakaran,” tegasnya.
Laporan menyebutkan bahwa pihak korban juga telah mengajukan pengaduan resmi terhadap presiden komune Crans-Montana. Dunia internasional kini memantau sistem hukum Swiss dengan cermat. Mereka menanti keadilan yang setimpal bagi para keluarga korban tragedi malam tahun baru ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















