Keir Starmer Ancam Blokir Raksasa Teknologi Jika Deepfake Tak Dihapus

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengambil langkah drastis untuk menghadapi krisis kekerasan berbasis gender di dunia digital. Starmer secara resmi menetapkan penyebaran gambar intim non-konsensual, baik nyata maupun buatan AI, sebagai ancaman serius terhadap keamanan masyarakat.

Selanjutnya, Starmer menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi menoleransi kelalaian perusahaan teknologi. Melalui artikel di The Guardian, ia menyatakan bahwa beban penanganan pelecehan tidak boleh lagi menimpa korban, melainkan harus berada di tangan pelaku dan perusahaan yang memfasilitasi kerusakan tersebut.

Ancaman Blokir dan Denda Fantastis

Pemerintah Inggris berencana memberikan kekuatan hukum penuh kepada regulator media, Ofcom, pada musim panas mendatang. Oleh karena itu, perusahaan media sosial dan situs pornografi akan terikat kewajiban hukum untuk menghapus konten yang dilaporkan dalam waktu maksimal 48 jam.

Jika perusahaan tersebut gagal bertindak, mereka menghadapi konsekuensi finansial yang sangat berat. Pasalnya, denda dapat mencapai 10 persen dari total pendapatan kualifikasi di seluruh dunia. Bahkan, pemerintah memiliki wewenang untuk memblokir akses terhadap platform tersebut secara permanen di wilayah Inggris jika mereka terus membiarkan konten berbahaya tersebar.

Regulasi Chatbot AI dan Kasus Grok

Kebijakan ini juga menyasar teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin tidak terkendali. Perubahan pada RUU Kejahatan dan Kepolisian akan mengatur fungsi chatbot seperti Grok milik X (dahulu Twitter). Sebelumnya, alat tersebut sempat memicu kemarahan publik karena menghasilkan ribuan gambar seksual perempuan dalam posisi tidak pantas setiap jamnya.

Selain itu, Ofcom akan mengeksplorasi penggunaan teknologi “watermark digital” untuk menandai konten revenge porn. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk secara otomatis mendeteksi dan menghapus kembali gambar yang telah korban tandai sebelumnya. Meskipun begitu, para ahli memperingatkan bahwa sistem pencocokan data (hash matching) tidaklah sempurna dan masih bisa pelaku siasati melalui sedikit modifikasi gambar.

Baca Juga :  Menkum Teken SK PPP, Muhamad Mardiono Resmi Jadi Ketua Umum 2025–2030

Melawan Misogini Struktural di Pemerintahan

Starmer menghubungkan kebijakan digital ini dengan upayanya untuk mentransformasi budaya internal di Downing Street. PM Inggris tersebut mengakui bahwa misogini institusional telah lama terabaikan di berbagai lembaga negara.

Sebagai tindak lanjut, Starmer berkomitmen untuk menempatkan lebih banyak perempuan dalam peran kepemimpinan senior di pemerintahan. Ia ingin memastikan bahwa pandangan perempuan memiliki bobot nyata dalam pengambilan keputusan. Langkah ini muncul sebagai bagian dari upaya pemulihan citra pemerintah pasca-skandal penunjukan Peter Mandelson yang kontroversial. Melalui penegakan hukum yang tegas terhadap “darurat nasional” ini, Starmer berharap dapat mengirimkan pesan kuat bahwa perempuan bukan lagi komoditas yang bisa diperjualbelikan di ruang digital.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru