Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi tanpa kompromi. Israel mengeklaim telah membunuh kepala keamanan Iran Ali Larijani, sementara Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei menegaskan tidak ada perdamaian hingga Amerika Serikat dan Israel

Konfrontasi tanpa kompromi. Israel mengeklaim telah membunuh kepala keamanan Iran Ali Larijani, sementara Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei menegaskan tidak ada perdamaian hingga Amerika Serikat dan Israel "bertekuk lutut". Dok: Istimewa.

TEL AVIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Israel mengeklaim telah membunuh Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam sebuah serangan udara pada hari Selasa. Jika terkonfirmasi, Larijani menjadi tokoh paling senior yang tewas sejak hari pertama perang ketika AS dan Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merayakan keberhasilan ini melalui sebuah video singkat. Sambil menarik kartu kecil dari saku jasnya, Netanyahu menyatakan telah menghapus dua nama lagi dari daftar target utamanya. Selain Larijani, Israel juga mengonfirmasi tewasnya Gholamreza Soleimani, pemimpin milisi Basij yang berpengaruh.

Mojtaba Khamenei: “Bukan Waktunya untuk Damai”

Di tengah gempuran udara yang masif, Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menunjukkan sikap yang sangat defensif namun menantang. Seorang pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa Mojtaba telah menolak semua proposal pengurangan ketegangan atau gencatan senjata yang disampaikan melalui perantara diplomatik.

Dalam sesi kebijakan luar negeri pertamanya, Mojtaba menegaskan bahwa perdamaian tidak akan terjadi hingga Amerika Serikat dan Israel menerima kekalahan dan membayar kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan. Hingga saat ini, sosok Mojtaba belum muncul secara visual di depan publik sejak penunjukannya, memicu spekulasi mengenai keberadaannya saat memimpin rapat tersebut.

Baca Juga :  Jawab Tuduhan Trump, Zelenskyy Siap Gelar Pemilu Perang dalam 90 Hari: Bantu Kami Amankan TPS!

Trump Kecam NATO: “Kesalahan yang Sangat Bodoh”

Di Washington, Presiden Donald Trump menunjukkan kekesalan mendalam terhadap para sekutunya. Trump mengecam negara-negara NATO, Jepang, Australia, dan Korea Selatan yang menolak mengirim bantuan militer untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur vital tersebut kini masih lumpuh total, menghambat 20% pasokan minyak dan LNG global.

“Karena kesuksesan militer kita yang luar biasa, kita tidak lagi butuh bantuan negara-negara NATO—KITA TIDAK PERNAH BUTUH!” tulis Trump di media sosial. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, merespons dengan menyatakan bahwa tidak ada negara yang siap mempertaruhkan nyawa rakyatnya dalam konflik tersebut. Kallas mendesak jalur diplomasi guna menghindari krisis pangan dan energi yang lebih parah.

Serangan Balasan Iran: Pelabuhan Fujairah Terbakar

Meskipun digempur habis-habisan, Teheran membuktikan masih memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang mematikan. Sirene peringatan berbunyi di seluruh Tel Aviv dan Yerusalem saat Iran meluncurkan rentetan rudal balistik pada hari Selasa. Di Teluk, Iran kembali menyerang fasilitas minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga :  Kuasa Emansipasi: Menakar Ulang Keamanan Global Lewat Kacamata Feminisme HI

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran besar melanda terminal ekspor di pelabuhan Fujairah setelah serangan ketiga dalam empat hari. Serangan ini sangat strategis karena Fujairah adalah salah satu dari sedikit pelabuhan yang bisa mengirim minyak tanpa melewati Selat Hormuz. Selain itu, satu warga negara Pakistan tewas di Abu Dhabi akibat jatuhnya puing-puing rudal balistik yang berhasil dicegat.

Tragedi Kemanusiaan dan Inflasi Global

Biaya manusia dari perang ini terus membengkak dengan cepat. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 900 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret. Di Iran, kelompok hak asasi manusia HRANA menyebut jumlah korban tewas telah melampaui 3.000 jiwa.

Secara ekonomi, harga minyak dunia telah melonjak 45% sejak perang meletus pada 28 Februari lalu. Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa puluhan juta orang akan menghadapi kelaparan akut jika perang ini terus berlanjut hingga Juni. Dunia kini terjebak dalam ancaman inflasi global yang mengerikan di tengah kebuntuan diplomatik antara kekuatan besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz
AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber
Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?
Logika Kepantasan: Mengapa Negara Mematuhi Aturan Meskipun Tidak Menguntungkan?
Bagaimana Isu Hak Asasi Manusia Mengubah Perilaku Negara Otoriter

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:23 WIB

TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:38 WIB

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:29 WIB

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:27 WIB

Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:06 WIB

3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber

Berita Terbaru

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan

INTERNASIONAL

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Mar 2026 - 14:38 WIB

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Mar 2026 - 12:29 WIB