JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jakarta bersiap diserbu pendatang. Gubernur Pramono Anung prediksi lonjakan besar usai Lebaran 2026.
Pramono Anung menegaskan arus urbanisasi dipastikan meningkat seiring banyaknya pencari kerja yang membidik Ibu Kota pasca Idulfitri 1447 H.
“Pasti ada lonjakan orang yang datang ke Jakarta untuk mencari kerja,” tegasnya, Sabtu (21/3/2026).
Meski demikian, Pramono memastikan tidak akan ada operasi yustisi terhadap para pendatang. Namun, ia langsung memberi peringatan tegas: semua pendatang wajib melengkapi administrasi.
Selain itu, ia meminta para pencari kerja tidak nekat dan harus menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan.
“Silakan datang, tapi lengkapi syarat administrasi dan bekerja sesuai kapabilitas,” ujarnya.
Wisata Lebaran Disiapkan, Antisipasi Ledakan Pengunjung
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta sudah mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mengamankan lokasi favorit seperti Kebun Binatang Ragunan, Ancol, hingga Monumen Nasional.
Menurut Pramono, lonjakan pengunjung bukan hal baru dan sudah dikelola dengan sistem yang matang.
Menariknya, taman-taman baru seperti Taman Bendera Pusaka kini jadi magnet baru warga karena gratis dan fasilitasnya lengkap.
Transportasi Umum Rp1, Warga Diajak Liburan
Sementara itu, Wakil Gubernur Rano Karno mengumumkan tarif transportasi umum hanya Rp1 selama dua hari Lebaran.
Kebijakan ini diharapkan mendorong warga berlibur tanpa terbebani biaya transportasi.
“Minimal masyarakat bisa menikmati liburan. Hari pertama biasanya Ragunan tutup, besok baru buka,” ujarnya.
Kesimpulan: Jakarta bersiap menghadapi dua gelombang sekaligus—lonjakan pendatang pencari kerja dan ledakan wisatawan Lebaran.
Tanpa razia, tapi dengan syarat ketat, Pemprov DKI pasang strategi agar Ibu Kota tetap terkendali. (red)
Editor : Hadwan




















