Sinergi Beijing-Islamabad: Wang Yi dan Ishaq Dar Desak Pemulihan Dialog Iran-AS

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – China dan Pakistan memperkuat koordinasi diplomatik guna meredakan ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah. Kedua negara sepakat untuk mendesak masyarakat internasional agar mendorong Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan pada hari Jumat.

Dalam konteks ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi berkomunikasi langsung melalui telepon dengan Menlu Pakistan Ishaq Dar. Pakistan memaparkan penilaian terbaru mengenai situasi keamanan di Iran dan menyampaikan terima kasih atas dukungan konsisten Beijing terhadap misi mediasi Islamabad.

Fokus Utama: Gencatan Senjata dan Dialog

Ishaq Dar menegaskan bahwa pemulihan perdamaian merupakan keinginan luas masyarakat dunia saat ini. Pakistan dan China memiliki posisi serta tujuan yang selaras dalam menghadapi krisis tersebut. Oleh karena itu, kedua negara berkomitmen untuk memainkan peran aktif dalam memfasilitasi komunikasi antar-pihak yang bertikai.

Wang Yi mengakui bahwa memulai kembali pembicaraan damai bukanlah tugas yang mudah. Namun, ia menekankan bahwa jalur diplomasi adalah satu-satunya cara untuk menghindari kerugian materi dan nyawa yang lebih besar. “Hanya dengan memulai dialog, kita dapat mencegah konflik merambat ke wilayah lain,” tegas Wang Yi.

Keamanan Selat Hormuz dan Peran PBB

Salah satu poin krusial dalam pembicaraan tersebut adalah normalisasi navigasi di Selat Hormuz. Jalur energi vital tersebut saat ini masih terganggu akibat blokade dan serangan militer. Sebagai hasilnya, China dan Pakistan sepakat untuk menjamin keamanan target non-militer serta jalur pelayaran internasional sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Orang Termasuk Petugas Penyelamat

Selain itu, kedua pihak memberikan dukungan penuh terhadap peran utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik. Secara simultan, Beijing dan Islamabad akan meningkatkan koordinasi guna memastikan setiap langkah de-eskalasi mendapatkan legitimasi internasional yang kuat.

Ketegangan Perbatasan Pakistan-Afghanistan

Di luar krisis Iran, kedua diplomat tersebut juga bertukar pandangan mengenai situasi di perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Dalam hal ini, stabilitas di Asia Tengah dipandang sebagai faktor penentu bagi keberhasilan agenda pembangunan regional. Akibatnya, China mendesak semua pihak untuk tetap tenang dan mengutamakan konsultasi dalam menyelesaikan sengketa perbatasan.

Pada akhirnya, sinergi antara dua mitra strategis ini diharapkan dapat menjadi jangkar stabilitas di tengah gejolak global tahun 2026. Dunia kini menanti apakah tekanan diplomatik dari China dan Pakistan mampu melunakkan posisi keras Washington dan Teheran di pekan-pekan mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang
Bos Nvidia Jensen Huang Desak Masyarakat Cepat Adaptasi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:01 WIB

Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America

Berita Terbaru

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB

Penderitaan di bawah kuasa geng. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengunjungi Haiti guna menyaksikan langsung krisis kemanusiaan dan pengungsian massal akibat dominasi geng Viv Ansanm. Dok: (AP Photo/Danica Coto)

INTERNASIONAL

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:48 WIB

Ketegangan di perairan internasional. Sebuah kapal fregat militer Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar berbendera Inggris di Selat Inggris. Dok: (AP Photo, File)

INTERNASIONAL

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Jun 2026 - 13:31 WIB