Trump Undang Putin ke KTT G20 Miami guna Akhiri Isolasi Rusia

Minggu, 26 April 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump secara resmi mengundang Vladimir Putin ke KTT G20 di Miami, menyebut pengusiran Rusia dari G8 sebagai kesalahan sejarah. Dok: Istimewa.

Presiden Donald Trump secara resmi mengundang Vladimir Putin ke KTT G20 di Miami, menyebut pengusiran Rusia dari G8 sebagai kesalahan sejarah. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Tatanan geopolitik dunia bersiap menghadapi momen paling dramatis di akhir tahun 2026. Presiden Rusia Vladimir Putin berpeluang mengakhiri isolasi diplomatiknya dengan menghadiri KTT G20 di Miami atas undangan langsung dari Presiden Donald Trump.

Dalam konteks ini, pengumuman tersebut muncul setelah Trump melontarkan kritik keras terhadap kebijakan masa lalu yang mengeluarkan Rusia dari keanggotaan G8. Oleh karena itu, Washington kini berupaya membangun jembatan baru dengan Kremlin guna menyelesaikan konflik di Eropa Timur dan menstabilkan pasar komoditas dunia.

Trump: “Mengusir Rusia adalah Kesalahan”

Dalam keterangannya kepada pers pada hari Kamis, Donald Trump menegaskan pandangannya bahwa dialog merupakan instrumen utama dalam hubungan internasional. Trump menilai bahwa Putin merasa sangat tersinggung atas pengusiran Rusia dari G8 pada tahun 2014 silam.

“Saya berpendapat bahwa Anda harus berbicara dengan semua orang,” tegas Trump. Menurutnya, banyak masalah global saat ini mungkin tidak akan terjadi jika Rusia tetap berada dalam lingkaran kekuatan besar dunia. Bahkan, Trump memberikan sinyal kuat bahwa keberadaan Putin di Miami akan sangat membantu proses perundingan damai untuk mengakhiri perang Ukraina di tahun 2026 ini.

Baca Juga :  Update Bencana Alam di Aceh-Sumut-Sumbar, BNPB: 702 Meninggal, 499 Hilang, 1,1 Juta Mengungsi

Respon Kremlin dan Kepastian Delegasi

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyambut positif keterbukaan Washington. Peskov mengonfirmasi bahwa Rusia memandang KTT G20 sebagai platform yang sangat penting, terutama di tengah rentetan krisis yang melanda berbagai belahan dunia saat ini.

Meskipun demikian, Moskow belum memberikan kepastian mutlak mengenai sosok yang akan berangkat ke Florida. “Presiden Putin mungkin pergi ke Miami, atau mungkin perwakilan Rusia lainnya yang akan hadir,” ujar Peskov kepada media negara. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Pankin, memberikan indikasi bahwa Moskow bersiap untuk berpartisipasi pada tingkat tertinggi jika kondisi keamanan dan protokol memungkinkan.

Pergeseran Haluan: Sanksi Minyak dan Isu Ukraina

Sikap bersahabat Trump terhadap Rusia ini memicu perdebatan sengit di internal sekutu Barat. Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump secara konsisten mengadopsi pendekatan yang lebih lunak terhadap Putin. Sebagai hasilnya, Amerika Serikat baru-baru ini memperpanjang pengecualian (waivers) bagi sejumlah negara guna membeli minyak Rusia tanpa terkena sanksi finansial.

Baca Juga :  Mayat Misterius Tertutup Kardus di Pondok Gede, Terdapat Luka Ditubuhnya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih lagi, Trump mulai mengalihkan sebagian beban tanggung jawab perang kepada pihak Kyiv. Langkah ekonomi ini bertujuan murni guna menekan harga energi domestik yang sempat melonjak akibat konflik di Timur Tengah. Akibatnya, posisi tawar Rusia di panggung internasional kian menguat seiring dengan dukungan Washington terhadap kembalinya Moskow ke meja perundingan ekonomi global.

Menanti Puncak Diplomasi di Miami

Masa depan hubungan transatlantik kini bergantung pada hasil pertemuan di Miami pada Desember mendatang. Pada akhirnya, kehadiran Putin di tanah Amerika Serikat akan menjadi simbol berakhirnya era Konfrontasi Dingin yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa jauh Trump mampu menyeimbangkan ambisi perdamaiannya dengan tuntutan keadilan bagi Ukraina. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian ini, KTT Miami diprediksi akan menjadi babak penentu bagi pembentukan tatanan dunia baru yang lebih multipolar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi
Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar
Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump
Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas
Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris
20 Remaja Hendak Tawuran di Cilangkap Depok Diciduk Polisi, 10 Celurit Disita
Peltu TNI Dikeroyok di Depok Usai Tegur Ibu Kasar ke Anak – 2 Pelaku Ditangkap
386 Tawanan Ukraina dan Rusia Kembali ke Rumah Lewat Mediasi AS-UEA

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:23 WIB

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 19:50 WIB

Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar

Minggu, 26 April 2026 - 17:13 WIB

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 April 2026 - 16:32 WIB

Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas

Minggu, 26 April 2026 - 16:05 WIB

Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris

Berita Terbaru

Supremasi hukum di perbatasan. Pengadilan banding federal membatalkan penangguhan akses suaka oleh Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat melampaui undang-undang imigrasi yang ditetapkan oleh Kongres di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:13 WIB