Pejabat Inggris dan Eks Polisi Hong Kong Divonis Mata-Mata China

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teror transnasional di tanah Britania. Pengadilan London menjatuhkan vonis bersalah kepada seorang pejabat perbatasan Inggris dan mantan inspektur polisi Hong Kong atas aktivitas spionase ilegal dan pengawasan terhadap aktivis pro-demokrasi. Dok: Istimewa.

Teror transnasional di tanah Britania. Pengadilan London menjatuhkan vonis bersalah kepada seorang pejabat perbatasan Inggris dan mantan inspektur polisi Hong Kong atas aktivitas spionase ilegal dan pengawasan terhadap aktivis pro-demokrasi. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Otoritas hukum Inggris mengirimkan pesan keras terhadap praktik penindasan transnasional. Pengadilan London secara resmi menghukum dua pria berkewarganegaraan ganda China-Inggris karena terbukti membantu dinas intelijen asing menjalankan operasi ilegal di wilayah Britania Raya.

Peter Wai dan Bill Yuen menghadapi dakwaan pelanggaran Undang-Undang Keamanan Nasional. Dalam hal ini, pengadilan menyimpulkan bahwa keduanya secara sengaja melakukan pengawasan tanpa izin terhadap para pendukung demokrasi asal Hong Kong yang kini menetap di Inggris.

Operasi “Shadow Policing” dan Penyamaran Ilegal

Jaksa penuntut memaparkan bahwa kedua terdakwa menggunakan identitas palsu sebagai petugas polisi atau intelijen yang sah. Taktik ini bertujuan untuk mempermudah pengumpulan data pribadi para disiden Hong Kong. Selain itu, keterlibatan Peter Wai menjadi sangat krusial karena posisinya sebagai pejabat aktif di U.K. Border Force.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wai terbukti menyalahgunakan sistem komputer kepolisian saat sedang tidak bertugas guna melacak pergerakan target. Oleh karena itu, juri juga menjatuhinya hukuman atas pelanggaran jabatan publik. Sementara itu, Bill Yuen—seorang mantan inspektur polisi Hong Kong—memanfaatkan jabatannya di Kantor Dagang dan Ekonomi Hong Kong di London untuk mendanai aktivitas Wai melalui rekening resmi kantor tersebut.

Baca Juga :  220 Paket Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis, Polri Hadir untuk Lansia di Semarang

Target Elit: Dari Aktivis hingga Anggota Parlemen

Penyelidikan mengungkap skala pengawasan yang mengejutkan. Pesan-pesan telepon menunjukkan bahwa keduanya memantau ketat mantan legislator Hong Kong, Nathan Law, serta sejumlah aktivis yang mereka sebut dengan istilah menghina.

Bahkan, jaringan mata-mata ini merambah ke sektor pemerintahan Inggris. Yuen memerintahkan Wai untuk memberikan perhatian khusus kepada anggota parlemen dan pegawai pemerintah. Pada tahun 2023, Yuen menyerahkan daftar nama politisi menonjol kepada Wai, termasuk anggota parlemen Konservatif Iain Duncan Smith. Smith sendiri dikenal luas sebagai ketua organisasi internasional yang vokal mengkritik kebijakan Beijing.

Penggagalan Rencana di West Yorkshire

Aksi ilegal ini mulai terendus setelah polisi antiteror mengganggu operasi yang melibatkan sembilan orang di wilayah Inggris Utara pada Mei 2024. Kelompok tersebut mencoba membobol rumah Monica Kwong, seorang wanita asal Hong Kong yang sedang bersengketa hukum dengan pengusaha asal Beijing, Tina Zou.

Polisi menangkap sekelompok orang di lokasi kejadian, termasuk Peter Wai dan dua mantan polisi Hong Kong lainnya. Selanjutnya, penyidik berhasil menyambungkan bukti komunikasi yang menunjukkan bahwa Yuen merupakan otak di balik penugasan spionase tersebut. Kasus ini juga sempat diwarnai tragedi saat terdakwa lainnya, Matthew Trickett, ditemukan tewas yang polisi duga sebagai tindakan bunuh diri sebelum persidangan dimulai.

Baca Juga :  Revolusi Hidrogen: Menyelamatkan Hutan Lewat Knalpot Mobil

Respon Keras Inggris dan Bantahan Hong Kong

Vonis bersalah ini segera memicu ketegangan di level diplomatik tertinggi. Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, menyatakan bahwa aktivitas mata-mata tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima. “Kami akan terus menuntut pertanggungjawaban China atas tindakan yang membahayakan warga di negara kami,” tegas Jarvis.

Sebaliknya, pemerintah Hong Kong membantah terlibat dalam kasus ini. Otoritas Hong Kong mengecam apa yang mereka sebut sebagai “tuduhan tidak berdasar” terhadap kantor dagang mereka di London. Duta Besar China, Zheng Zeguang, juga memberikan pembelaan serupa setelah mendapat panggilan resmi dari Kantor Luar Negeri Inggris pada Kamis malam.

Menegakkan Kedaulatan di Tahun 2026

Kasus ini menjadi preseden penting bagi penegakan hukum terhadap campur tangan asing di Inggris. Singkatnya, keberhasilan jaksa membuktikan koordinasi sengit antara pejabat domestik dan intelijen asing menunjukkan peningkatan kemampuan deteksi kontraspionase Inggris di tahun 2026.

Dengan demikian, komunitas internasional kini memantau bagaimana Inggris akan memperketat pengawasan terhadap kantor perwakilan asing guna mencegah terulangnya operasi “polisi bayangan”. Perlindungan terhadap pengungsi politik tetap menjadi pilar utama kedaulatan hukum Inggris di tengah gejolak persaingan kekuatan global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Berita Terbaru

realme resmi kembali menggunakan antarmuka ColorOS 17 berbasis Android 17 mulai Oktober 2026 setelah enam tahun memakai realme UI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Realme Kembali Menggunakan ColorOS 17 Setelah Enam Tahun

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:47 WIB

Penjualan konsol PlayStation dan Xbox mengalami penurunan tajam di tahun 2026 akibat kenaikan harga komponen dan dorongan biaya industri AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penjualan Konsol Game Mengalami Penurunan Drastis

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:44 WIB

Video gameplay ANANTA versi mobile beredar di media sosial memperlihatkan kualitas grafis memukau serta antarmuka game open world Nova City. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Video Gameplay ANANTA Versi Mobile Beredar Luas

Rabu, 14 Okt 2026 - 09:43 WIB