WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Struktur kepemimpinan otoritas kesehatan Amerika Serikat kembali mengalami keretakan. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Kepala FDA Marty Makary secara resmi meninggalkan jabatannya setelah melewati masa-masa penuh tekanan politik.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut kepada wartawan pada Selasa sore. Presiden juga membagikan pesan singkat pengunduran diri dari Makary melalui platform Truth Social miliknya. “Marty adalah pria yang hebat, namun ia akan melanjutkan hidupnya dengan baik,” ujar Trump guna meredam spekulasi pemecatan sepihak.
Tekanan Rokok Elektrik dan Tinjauan Obat
Selama masa jabatannya, Makary sering berbenturan dengan berbagai kepentingan industri dan agenda Gedung Putih. Secara khusus, ia baru-baru ini menghadapi tekanan langsung dari Presiden Trump untuk menyetujui penjualan rokok elektrik (vape) rasa buah.
Makary secara konsisten menyuarakan kekhawatiran mengenai daya tarik produk tersebut bagi kaum muda. Namun, pemerintahan Trump tetap mendorong kebijakan yang lebih longgar bagi industri tembakau. Selain itu, Makary juga menjadi sasaran kritik kelompok konservatif terkait lambatnya proses tinjauan terhadap pil aborsi mifepristone. Kelompok tersebut menuduh Makary sengaja menunda hasil evaluasi obat yang telah berizin selama 25 tahun tersebut.
Transisi ke Kyle Diamantas
Guna mengisi kekosongan kepemimpinan, Trump menunjuk Kyle Diamantas sebagai Pelaksana Tugas Kepala FDA. Diamantas sebelumnya menjabat sebagai pejabat tinggi urusan pangan di badan tersebut.
Makary sendiri memulai tugasnya di FDA dengan janji reformasi besar. Sebagai mantan kontributor Fox News dan ahli bedah, ia awalnya populer di kalangan pendukung Trump karena kritiknya terhadap kebijakan kesehatan era pandemi. Meskipun demikian, satu tahun kemudian, ia justru mendapat kecaman dari berbagai arah, termasuk dari para eksekutif perusahaan farmasi yang menilai inisiatif perombakan sistem tinjauan obatnya justru menciptakan lebih banyak masalah.
Kritik Terhadap Manajemen HHS dan RFK Jr
Mundurnya Makary menambah daftar panjang pergantian pejabat di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Departemen ini saat ini berada di bawah pengawasan tokoh skeptis vaksin, Robert F. Kennedy Jr.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peter Lurie, Presiden Center for Science in the Public Interest, menyebut situasi ini sebagai “kekacauan sistemik”. Ia mempertanyakan efektivitas kepemimpinan Sekretaris HHS jika posisi-posisi kunci seperti Direktur CDC, Kepala FDA, dan Ahli Bedah Umum terus mengalami kekosongan. “HHS sedang membusuk dari kepalanya,” tegas Lurie saat mengomentari banyaknya lowongan pekerjaan strategis di departemen tersebut.
Dampak Terhadap Keamanan Publik
Masa depan regulasi obat dan makanan di Amerika Serikat kini berada dalam fase transisi yang tidak menentu. Singkatnya, pengunduran diri Makary membuktikan sulitnya menyeimbangkan integritas sains dengan kepentingan politik yang agresif di tahun 2026.
Masyarakat internasional kini memantau apakah Kyle Diamantas mampu menstabilkan FDA ataukah ia akan tunduk pada tuntutan industri yang Makary coba bendung selama ini. Dengan demikian, kredibilitas otoritas pengawas kesehatan AS tetap menjadi taruhan besar di tengah gejolak birokrasi Washington.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












