Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah kembali menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran berada di tahap akhir. Namun, ia tetap mengeluarkan ancaman militer jika kedua pihak gagal mencapai kata sepakat.

Trump memberikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Rabu. Ia meyakini kedua negara akan segera mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, ia berharap tidak perlu lagi ada pertumpahan darah lebih lanjut.

Ancaman “Serangan Menyakitkan” dan Skeptisisme Teheran

Sebelumnya, Trump sempat terdengar pesimistis mengenai peluang damai. Melalui unggahan di Truth Social, ia mengancam akan memulai kembali kampanye pengeboman di Iran. Ia juga menyebut kemungkinan Teheran menyetujui proposal terbaru AS sebagai “asumsi besar”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Teheran memberikan respons yang sangat tegas. Pemerintah Iran menuduh Trump merancang rencana untuk memulai kembali perang. Mereka memperingatkan bahwa serangan baru akan memicu perang regional yang meluas ke luar Timur Tengah. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Teheran tetap menempuh jalur negosiasi dengan itikad baik. Namun, mereka memiliki kecurigaan yang kuat terhadap langkah politik Amerika Serikat.

Baca Juga :  Mengapa Bahasa Slang Cepat Mati?

Gejolak Pasar Energi: Harga Minyak Berguncang

Kebuntuan diplomatik ini memicu volatilitas hebat di pasar energi global. Harga minyak mentah Brent berjangka sempat anjlok sekitar 4,95% ke level USD 98 per barel pada Rabu malam. Namun, optimisme pasar memudar dengan cepat, mendorong harga kembali naik di atas angka USD 100 per barel.

Para investor terus memantau apakah Washington dan Teheran mampu menemukan titik temu. Ketidakpastian ini membuat banyak perusahaan pelayaran besar memilih untuk menunda pengiriman melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan energi dunia.

Upaya Mediasi: Peran Pakistan dan Jalur Beijing

Dalam upaya meredam eskalasi, pemerintah Pakistan terus menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak. Seorang pejabat Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan tersebut menyatakan bahwa kedua pihak telah mulai mempersempit perbedaan. Oleh sebab itu, dunia kini menunggu respons resmi Iran terhadap draf terbaru yang Washington ajukan.

Baca Juga :  Swiss Gelar Perundingan Rahasia Rusia, Ukraina, dan AS

Selanjutnya, isu Iran dipastikan menjadi topik utama dalam agenda kunjungan Presiden Trump ke Beijing. Ia akan menemui Presiden Xi Jinping pada hari Rabu. Maka dari itu, Washington sangat mengharapkan China menggunakan pengaruh ekonominya untuk menekan Teheran agar bersedia menyetujui kesepakatan damai.

Menatap Masa Depan Konflik

Masa depan stabilitas global kini bergantung pada hasil perundingan intensif dalam beberapa hari mendatang. Jika kedua belah pihak gagal menemukan titik temu, ancaman militer akan terus menghantui kawasan tersebut.

Singkatnya, masyarakat internasional kini memantau apakah diplomasi melalui mediator Pakistan dan China mampu memberikan hasil konkret. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, kemampuan Trump untuk menyeimbangkan tekanan politik domestik dengan ambisi keamanan nasional menjadi pertaruhan terbesar bagi pemerintahannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru