Pertaruhan Takaichi: Jepang Gelar Pemilu Dini Februari

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, akhirnya membuka kartu politiknya. Pada hari Senin (20/1), ia secara resmi mengumumkan rencananya untuk membubarkan Majelis Rendah (House of Representatives) pada tanggal 23 Januari mendatang.

Keputusan ini memuluskan jalan bagi pemilihan umum dini (snap election) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari.

Dalam konferensi pers, Takaichi menegaskan akan membubarkan majelis beranggotakan 465 kursi itu tepat pada hari Jumat, hari pembukaan sesi parlemen biasa tahun ini. Kampanye resmi akan dimulai pada 27 Januari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini adalah pertaruhan besar. Pemilu ini akan menjadi yang pertama sejak Takaichi menjabat pada 21 Oktober tahun lalu. Padahal, masa jabatan Majelis Rendah saat ini sebenarnya masih tersisa lebih dari dua tahun.

Baca Juga :  Inggris-Prancis Sahkan Pakta £500 Juta guna Tekan Penyeberangan Selat Inggris

Peta Kekuatan Baru: Komeito Membelot?

Takaichi telah menginformasikan rencana ini kepada anggota senior Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party).

Namun, lanskap politik Jepang sedang bergeser. Untuk melawan blok penguasa, kekuatan oposisi mulai merapatkan barisan.

Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) dan Partai Komeito mencapai kesepakatan mengejutkan pada hari Kamis. Komeito, yang secara historis merupakan sekutu lama LDP, kini bergabung dengan CDP untuk membentuk “Aliansi Reformasi Sentris” (Centrist Reform Alliance). Koalisi baru ini siap menjadi kekuatan oposisi terbesar dalam pemilu mendatang.

Kritik Pedas: “Penyalahgunaan Kekuasaan”

Langkah Takaichi tidak lepas dari sorotan tajam media. Surat kabar Kyoto Shimbun mempertanyakan rasionalitas pembubaran parlemen pada saat ini.

Baca Juga :  Zelenskyy Desak Trump Tekan Tombol Panik Putin

Editorial koran tersebut berargumen bahwa tidak ada pembenaran yang sah untuk langkah tersebut. Pasalnya, baru satu tahun tiga bulan berlalu sejak pemilihan majelis rendah terakhir—kurang dari separuh masa jabatan empat tahun majelis.

Kyoto Shimbun mencatat bahwa taktik ini transparan: upaya untuk mendapatkan kursi tambahan melalui pemilu mendadak sebelum kelemahan apa pun muncul dalam pembahasan parlemen yang sedang berlangsung.

Lebih jauh, mereka mengutuk langkah itu sebagai “penyalahgunaan kekuasaan pembubaran yang mencolok”. Media tersebut memperingatkan dampak buruknya bagi lintasan politik masa depan Jepang dan mata pencaharian rakyatnya yang mungkin terabaikan demi kepentingan partisan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB