BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Konflik bersenjata antara militer Israel dan kelompok milisi Hezbollah kembali memanas secara drastis pada hari Rabu. Hal ini terjadi setelah kedua belah pihak saling meluncurkan serangan udara lintas batas secara masif.
Militer Israel mengeklaim sukses mencegat dua roket yang melintas dari arah Lebanon selatan. Meskipun begitu, Hezbollah menegaskan bahwa serangan roket tersebut menyasar posisi pasukan darat Israel secara presisi.
Serangan Drone Israel Dekat Beirut
Sementara itu, serangan pesawat tanpa awak (drone) Israel menghantam sebuah mobil di jalur pantai wilayah Khalde. Secara spesifik, lokasi ledakan tersebut hanya berjarak beberapa kilometer di sebelah selatan ibu kota Beirut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden maut ini menandai serangan militer terdekat dari Beirut sejak kesepakatan damai pekan lalu. Akibatnya, peristiwa tersebut langsung memicu kekhawatiran mengenai kegagalan total proses diplomasi.
Selain itu, serangan udara Israel di dekat kota Tyre juga menewaskan enam warga sipil. Bahkan, tembakan artileri Israel turut menewaskan dua petugas medis dan seorang tentara nasional Lebanon.
Desakan Gencatan Senjata dan Peran Iran
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berupaya keras meredam pertempuran guna melindungi draf damai perang Iran. Sebab, Iran menuntut penghentian total serangan Israel di Lebanon sebagai syarat mutlak perdamaian.
Namun, militer Israel justru mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi warga di enam desa selatan. Oleh sebab itu, ribuan warga sipil kembali melarikan diri untuk menghindari zona pertempuran aktif.
Di sisi lain, delegasi Lebanon dan Israel tetap melanjutkan pertemuan hari kedua di Washington. Dengan demikian, para negosiator kini berpacu dengan waktu untuk merumuskan rencana aksi keamanan nasional yang mandiri.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












