Fokus Hari Bhayangkara, Polri Resmi Menunda Operasi Patuh 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengumumkan penundaan Operasi Patuh 2026 karena Polri fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. (Posnews/Ist)

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengumumkan penundaan Operasi Patuh 2026 karena Polri fokus pada rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menunda Operasi Patuh 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 8-21 Juni 2026.

Polri mengambil keputusan tersebut karena memprioritaskan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mencapai puncaknya pada 1 Juli 2026.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan penundaan Operasi Patuh 2026 berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tunda. Polri fokus pada Hari Bhayangkara,” kata Agus, Senin (8/6/2026).

Meski menunda operasi, Korlantas Polri belum mengumumkan jadwal pengganti pelaksanaannya.

Namun, Korlantas tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan lalu lintas demi menjaga keselamatan di jalan.

ETLE Jadi Andalan Penindakan

Sebelumnya, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin menyatakan seluruh Polda akan menggelar Operasi Patuh 2026 secara serentak dengan menyesuaikan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah.

Baca Juga :  Open House Istana Lebaran 2026 Dibuka, 5.000 Warga Bisa Hadir Mulai Pukul 12.00 WIB

Tahun ini, Korlantas Polri mengandalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sebagai instrumen utama penegakan hukum.

Aries menjelaskan, Korlantas memfokuskan operasi pada transformasi digital guna menciptakan penegakan hukum lalu lintas yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran harus mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Aries pada 26 Mei 2026.

Selain memberikan edukasi kepada pengendara, petugas juga akan mengoptimalkan pemanfaatan kamera ETLE statis dan mobile yang saat ini beroperasi di berbagai daerah.

Pelat Nomor Disamarkan Jadi Sasaran

Korlantas Polri menempatkan kendaraan yang sengaja menyembunyikan identitas sebagai salah satu target utama Operasi Patuh 2026.

Baca Juga :  Bareskrim Kejar DPO Narkoba Boy dan Awan, Tim Gabungan Sisir Jabodetabek - Kalimantan

Petugas akan menindak pengendara yang tidak memasang pelat nomor, menutup pelat dengan aksesori tertentu, mengubah bentuk atau angka pelat, hingga menyamarkannya menggunakan stiker maupun cat.

Korlantas menilai praktik tersebut semakin marak dan berpotensi menghambat proses identifikasi kendaraan saat terjadi pelanggaran lalu lintas maupun tindak pidana.

Selain membidik pelanggaran pelat nomor, petugas juga akan mengawasi pelanggaran kasat mata yang berisiko memicu kecelakaan.

Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan ponsel saat berkendara, tidak mengenakan helm berstandar SNI, menerobos lampu merah, serta tidak menggunakan sabuk pengaman.

Melalui penegakan hukum berbasis teknologi, Polri berharap masyarakat semakin disiplin berlalu lintas sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Besar-besaran di Jakarta, 600 Petugas Buru Parkir dan Jukir Liar
E3 dan Ukraina Sepakat Genjot Senjata Lawan Rudal Hipersonik
Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Aliansi
Pramono Anung Buka Ribuan Lowongan Kerja, Cukup Bermodal KTP Jakarta Gaji UMP
Trump Ngamuk dan Walk Out dari Wawancara NBC
Tokoh Buruh Masuk Lingkaran Istana, Prabowo Lantik Said Iqbal Hari Ini
Gagal Mendahului Truk, Penumpang Motor Meregang Nyawa di Simpang Jambu Dua
Paus Leo XIV Desak Eropa Akui Kontribusi Kristen

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 14:12 WIB

Operasi Besar-besaran di Jakarta, 600 Petugas Buru Parkir dan Jukir Liar

Senin, 8 Juni 2026 - 13:44 WIB

E3 dan Ukraina Sepakat Genjot Senjata Lawan Rudal Hipersonik

Senin, 8 Juni 2026 - 12:39 WIB

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Aliansi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:58 WIB

Pramono Anung Buka Ribuan Lowongan Kerja, Cukup Bermodal KTP Jakarta Gaji UMP

Senin, 8 Juni 2026 - 11:34 WIB

Trump Ngamuk dan Walk Out dari Wawancara NBC

Berita Terbaru

Koalisi Eropa bersatu. Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Ukraina membahas langkah darurat untuk memproduksi sistem penangkis rudal hipersonik Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

E3 dan Ukraina Sepakat Genjot Senjata Lawan Rudal Hipersonik

Senin, 8 Jun 2026 - 13:44 WIB

Konsolidasi aliansi di Asia Timur. Presiden Tiongkok Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan ke Pyongyang guna mempererat kemitraan taktis di tengah kebuntuan negosiasi nuklir dengan AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping Kunjungi Korea Utara demi Perkuat Aliansi

Senin, 8 Jun 2026 - 12:39 WIB

Ilustrasi, Amarah di pertanian Wisconsin. Presiden Donald Trump menghentikan wawancara secara sepihak setelah pembawa acara

INTERNASIONAL

Trump Ngamuk dan Walk Out dari Wawancara NBC

Senin, 8 Jun 2026 - 11:34 WIB