LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang menyetujui draf usulan revisi dokumen keamanan nasional. Langkah taktis ini semakin mempertegas peningkatan ambisi militer Jepang di kawasan Asia Timur.

Transformasi Pertahanan dan Peningkatan Aset Ofensif

Pemerintah mengadopsi tiga dokumen keamanan nasional tersebut sejak tahun dua ribu dua puluh dua kemarin. Sebab, Takaichi ingin mengubah kebijakan pertahanan defensif menjadi postur keamanan ofensif secara bertahap.

Draf usulan terbaru memang tidak merinci target belanja pertahanan baru secara spesifik untuk masa depan. Meskipun demikian, draf tersebut mencantumkan contoh negara-negara dengan anggaran militer melebihi tiga persen dari produk domestik bruto.

Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi juga terus memperkuat aset militer ofensif secara agresif saat ini. Oleh karena itu, kabinet mempercepat pengadaan kapal selam rudal jarak jauh dan senjata laser bertenaga tinggi.

Pasukan bela diri juga akan segera mengoperasikan drone pencegat udara berkemampuan taktis di lapangan.

Sengketa Prinsip Non-Nuklir dan Jajak Pendapat

Para prajurit juga terus meningkatkan kredibilitas sistem pencegahan nuklir bersama sekutu Amerika Serikat. Selain itu, Takaichi bahkan mulai mengeksplorasi perubahan pada prinsip larangan masuknya senjata nuklir asing ke wilayah Jepang.

Namun, rencana kontroversial tersebut langsung memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat domestik.

Jajak pendapat surat kabar Asahi Shimbun menunjukkan tujuh puluh lima persen responden menolak keras rencana itu. Sebab, masyarakat ingin pemerintah tetap mempertahankan Tiga Prinsip Non-Nuklir secara konsisten sejak tahun seribu sembilan ratus enam puluh tujuh.

Baca Juga :  Menjadi Sedikit Tidak Realistis Memperpanjang Umur?

Kecaman Publik dan Dampak Sosial

Para peneliti hubungan internasional juga memperingatkan dampak buruk dari pembatalan prinsip non-nuklir tersebut. Akibatnya, langkah ceroboh ini dapat memicu perlombaan senjata baru yang membahayakan perdamaian di Asia Timur.

Para aktivis kemanusiaan turut mengecam keras rencana pembengkakan anggaran militer nasional yang tidak rasional tersebut. Pada akhirnya, pemotongan anggaran jaminan sosial dan kesehatan akan menyengsarakan kehidupan rakyat kecil di daerah.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS
Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri
Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi
Siri Bertenaga AI Meluncur: Kado Perpisahan Tim Cook
Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:42 WIB

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:21 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri

Berita Terbaru

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:48 WIB

Eskalasi berbahaya di Teluk. Pemerintah Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat menyusul gempuran udara AS di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:42 WIB

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:36 WIB