Hanya 11 Persen Warga Eropa Anggap AS Sebagai Sekutu

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Lembaga Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri merilis laporan survei terbaru pada hari Rabu. Hanya 11 persen warga Eropa yang kini menganggap Amerika Serikat sebagai sekutu pertahanan mereka. Angka ini mencetak rekor terendah dalam sejarah hubungan transatlantik kedua wilayah.

Sebab, tingkat kepercayaan publik terus merosot secara drastis dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, tingkat kepercayaan masyarakat masih berada pada angka 16 persen pada enam bulan lalu. Bahkan, keyakinan publik sempat menyentuh level 22 persen pada November tahun 2024 kemarin.

Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan pudarnya keyakinan Eropa terhadap keandalan pertahanan Amerika Serikat. Mayoritas responden dari seluruh negara peserta mengekspresikan keraguan mendalam mengenai komitmen militer Washington.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorongan Kemandirian Militer dan Pembiayaan Bersama

Masyarakat Eropa kini mulai mendukung peningkatan anggaran belanja pertahanan nasional mereka secara mandiri. Tingkat dukungan publik untuk memperkuat militer domestik naik empat persen dibanding tahun lalu. Namun, Italia menjadi satu-satunya negara dengan mayoritas warga yang menolak rencana tersebut.

Baca Juga :  Menyingkap Rahasia Matahari dan Ancaman Cuaca Antariksa

Selain itu, sebanyak 47 persen responden regional mendukung gagasan pinjaman bersama Uni Eropa. Sebab, dana pinjaman kolektif tersebut akan menyokong pembiayaan berbagai inisiatif pertahanan bersama.

Negara Portugal mencatat angka dukungan tertinggi mencapai 59 persen untuk rencana pinjaman tersebut. Selanjutnya, gagasan pembiayaan militer bersama ini juga mendapatkan respons positif di Denmark dan Belanda.

Mengurangi Ketergantungan Alutsista Asing

Sebagian besar responden juga mendesak pemerintah untuk mengurangi pembelian peralatan militer buatan Amerika Serikat. Sebaliknya, mereka menyarankan pengadaan alutsista alternatif hasil produksi industri pertahanan dalam negeri Eropa sendiri.

Masyarakat Denmark, Belanda, dan Swedia menyuarakan dukungan paling kuat untuk mengutamakan produk lokal Eropa. Namun, Polandia menjadi satu-satunya negara yang tetap memilih membeli pasokan senjata dari Amerika Serikat.

Sementara itu, warga Jerman, Italia, dan Hongaria masih menunjukkan pembelahan opini yang sangat sengit. Mereka juga menolak keras opsi pemotongan anggaran layanan publik demi mendanai belanja militer. Warga Italia, Austria, dan Jerman menyuarakan penolakan paling keras terhadap rencana pemotongan tersebut.

Baca Juga :  Danau Bosumtwi dan Upaya Peneliti Membaca Jejak Iklim Purba

Sikap Terhadap Rusia dan Optimisme Masa Depan

Mengenai kebijakan energi, 44 persen responden menolak pemulihan impor minyak dan gas bumi dari Rusia. Sebab, mereka tetap memegang teguh komitmen sanksi ekonomi meskipun harus menghadapi lonjakan biaya hidup.

Masyarakat juga terus memandang negara Ukraina sebagai sekutu atau mitra strategis yang sangat penting. Namun, dukungan publik mulai melemah ketika membahas rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian pascaperang.

Mereka juga menunjukkan keraguan serupa terhadap rencana perluasan keanggotaan Uni Eropa ke arah timur. Menariknya, mayoritas responden meyakini hubungan diplomatik antara Eropa dan Amerika Serikat akan segera membaik. Mereka memproyeksikan perbaikan hubungan transatlantik tersebut akan berjalan lancar setelah Presiden Donald Trump lengser.

Lembaga riset terkemuka Mandate Research dan YouGov menjalankan jajak pendapat ini pada Mei 2026. Mereka mengumpulkan sampel opini dari masyarakat berusia dewasa di 15 negara Eropa.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB

Sengkarut rilis game paling dinanti. Rockstar Games mengonfirmasi penukaran kode digital GTA 6 di PS5 terikat aturan region lock ketat, memicu risiko pemblokiran akun. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rockstar Terapkan Region Lock GTA 6 PS5 dan Ancam Gamer

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:15 WIB