BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Israel meluncurkan serangan udara baru ke wilayah selatan kedaulatan Lebanon pada hari Sabtu. Sebab, militer Israel ingin melumpuhkan basis pertahanan kelompok milisi Hezbollah di kota Nabatieh.
Oleh karena itu, tentara Israel mengeluarkan perintah evakuasi darurat bagi warga di 24 lokasi berbeda. Langkah preventif ini bertujuan mengosongkan area pertempuran aktif sebelum serangan udara skala besar mulai.
Serangan Udara dan Korban Militer di Kfar Remman
Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran sedang mendekati kesepakatan damai untuk mengakhiri perang energi. Pejabat senior Amerika Serikat menegaskan bahwa draf perdamaian tersebut juga mencakup wilayah kedaulatan Lebanon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, aksi saling serang langsung di lapangan terus mengancam kelangsungan proses diplomasi tersebut. Sebagai contoh, jet tempur Israel membombardir area sekitar Kfar Remman dan Kfar Tebnit.
Akibatnya, serangan drone Israel melukai seorang tentara nasional Lebanon di jalan raya utama. Selain itu, tembakan artileri juga menewaskan seorang pejabat lokal di wilayah regional Rihan.
With demikian, kota Nabatieh kini berada dalam kondisi kosong tanpa adanya aktivitas harian warga. Mayoritas penduduk telah mengungsi ke wilayah utara demi menyelamatkan diri dari ancaman kematian.
Perlawanan Bersenjata dan Klaim Keberhasilan Israel
Di sisi lain, kelompok milisi Hezbollah membalas agresi tersebut dengan meluncurkan serangan drone. Hezbollah mengeklaim pasukan mereka sukses menghadang upaya infiltrasi tentara darat Israel di perbatasan.
Meskipun begitu, militer Israel juga mengumumkan keberhasilan pencegat target udara dari arah Lebanon. Israel mengeklaim serangan udara mereka telah menghancurkan 70 infrastruktur militer milik Hezbollah.
Tuntutan Kedaulatan Negara dari Presiden Aoun
Pada akhirnya, sengketa militer ini memicu kemarahan para pemimpin politik utama di kota Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak seluruh rakyat untuk segera bersatu mendukung kedaulatan penuh negara.
Aoun menegaskan bahwa negara Lebanon tidak boleh menjadi sandera kepentingan politik kelompok milisi. Oleh sebab itu, ia menuntut pemulihan monopoli kepemilikan senjata di bawah kendali tentara nasional.
Para diplomat kini menjadwalkan pertemuan lanjutan akhir bulan ini untuk meredakan ketegangan bersenjata tersebut.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












