Amerika Serikat dan Iran Rilis Dokumen Damai Sementara

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran resmi mempublikasikan draf kesepakatan damai sementara pada hari Rabu kemarin. Langkah penting ini menghentikan perang besar yang sempat melumpuhkan stabilitas ekonomi global secara signifikan.

Sebab, draf tersebut memuat kesepakatan transisi menuju pengakhiran konflik bersenjata secara permanen. Meskipun begitu, Presiden Donald Trump tetap melayangkan ancaman militer yang sangat keras kepada pihak Tehran.

Retorika Keras dan Sinyal Kelonggaran Trump

Trump bersumpah akan kembali menjatuhkan bom jika Iran berani melanggar komitmen damai tersebut. Namun, ia secara mengejutkan melunakkan retorika kerasnya mengenai kepemilikan senjata rudal balistik oleh pihak Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai pembatasan rudal tersebut tidak adil bagi Iran karena negara lain juga memilikinya. Oleh karena itu, Trump membatalkan rencana awal untuk menghancurkan seluruh fasilitas rudal pertahanan Iran.

Baca Juga :  Kiamat Batubara: Nasib Daerah Penghasil Emas Hitam di Era Transisi Energi

Jejak Perang dan Fluktuasi Pasar Energi

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel memulai serangan militer ke wilayah Iran sejak tanggal 28 Februari lalu. Gempuran awal tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang telah berusia 86 tahun.

Akibatnya, perselisihan bersenjata ini meluas menjadi perang regional yang meroketkan harga minyak mentah dunia. Kini, prospek pembukaan kembali Selat Hormuz berhasil menurunkan harga minyak mentah dunia secara bertahap.

Harga minyak mentah Brent sempat merosot hingga berada di bawah $80 per barel kemarin. Tetapi, harga kembali naik sebesar lebih dari 1\% setelah Trump melontarkan ancaman perang baru.

Poin Utama Memorandum Kesepahaman (MoU)

Seorang pejabat senior Amerika Serikat membacakan 14 poin kesepakatan memorandum kesepahaman (MoU) tersebut secara terbuka. Kesepakatan sementara ini memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari untuk merumuskan draf damai permanen.

Kedua presiden juga telah menandatangani draf tersebut secara digital melalui saluran komunikasi resmi. MoU tersebut mengatur penghentian perang secara total di semua front pertempuran termasuk wilayah Lebanon.

Baca Juga :  Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Selain itu, kesepakatan ini membuka kembali lalu lintas pelayaran Selat Hormuz bagi kapal dagang internasional. AS juga mencabut blokade pelabuhan, menghapus sanksi ekonomi, serta mengembalikan aset keuangan milik Iran.

Bahkan, draf damai ini menjanjikan program pemulihan ekonomi bagi Iran senilai $300 miliar dolar AS.

Sambutan Hangat G7 dan Teguran untuk Israel

Di sisi lain, para pemimpin negara anggota G7 menyambut hangat pencapaian kesepakatan damai sementara ini. Meskipun mendukung perdamaian, mereka tidak pernah merestui keputusan awal Donald Trump untuk memulai perang sepihak.

Mereka juga mendesak pemberlakuan gencatan senjata segera untuk mengakhiri penderitaan warga sipil di Lebanon. Trump sendiri menyempatkan diri untuk menegur taktik perang agresif Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ia menilai militer Israel terlalu reaktif dalam menghancurkan gedung-gedung pemukiman di wilayah Lebanon selatan. Meskipun mendapat teguran, militer Israel tetap meluncurkan serangan udara baru ke beberapa wilayah Lebanon kemarin.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB