Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Istimewa.

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan sikap keras negaranya untuk menolak unifikasi dengan Tiongkok pada hari Kamis.

Sebab, Tiongkok terus mengintimidasi sistem demokrasi dan kebebasan hidup masyarakat di Taiwan akhir-akhir ini. Oleh karena itu, Lai meminta Tiongkok untuk segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan militer di Selat Taiwan.

Seruan Dialog yang Saling Menghormati

Sementara itu, Lai menyampaikan pidato penting tersebut di hadapan Klub Koresponden Asing Taiwan di Taipei. Ia menginginkan dialog yang setara dan saling menghormati dengan pemerintah komunis Beijing saat ini.

Namun, Tiongkok secara konsisten menolak tawaran diskusi tersebut dan menjuluki Lai sebagai seorang separatis berbahaya.

Lai menilai Tiongkok merupakan dalang utama yang merusak perdamaian dan mengubah status quo regional. Sebab, militer Tiongkok terus memperluas jangkauan tempur mereka hingga ke kawasan Pasifik Barat secara agresif.

Meskipun begitu, Taiwan tetap memiliki hak mutlak untuk melindungi kepentingan nasional dan menentukan masa depan mereka sendiri.

Penjualan Senjata AS sebagai Alat Tawar

Di sisi lain, masyarakat Taiwan mengkhawatirkan komentar terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sebelumnya menyebut penjualan senjata ke Taiwan sebagai alat tawar menawar dalam negosiasi dengan Xi Jinping.

Namun, Lai meyakinkan publik bahwa komitmen keamanan dari Washington untuk Taiwan tidak akan pernah berubah.

Baca Juga :  Kasus Noelia Castillo Ramos Ubah Paradigma Eutanasia di Spanyol

Pemotongan Anggaran Pertahanan oleh Oposisi

Pemerintah Taiwan kini fokus mempercepat peningkatan kemampuan pertahanan mandiri tanpa menunda atau memperlambat langkah. Sebab, parlemen oposisi sebelumnya memotong sepertiga dari usulan anggaran pertahanan tambahan senilai 40 miliar dolar AS.

Akibatnya, pemotongan tersebut mengganggu rencana awal produksi drone dan pengembangan senjata dalam negeri.

Sebagai solusi, kementerian pertahanan segera mengusulkan paket anggaran pertahanan khusus baru yang cukup besar. Paket senilai 210 milar dolar baru Taiwan tersebut menyasar pengadaan drone laut dan sistem pengawasan pesisir.

Pada akhirnya, Lai berharap pembelian senjata ini mengirimkan pesan kuat mengenai kesiapan pertahanan Taiwan kepada dunia.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara: DSI Batal Jadi Eksportir Tunggal Komoditas
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis
Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral
Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik
Serangan Militer Israel Tewaskan Seribu Warga Gaza
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:09 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:25 WIB

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:19 WIB

Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral

Berita Terbaru