WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kapal tanker minyak kini mulai melintasi Selat Hormuz kembali. Pemerintah Amerika Serikat juga resmi mencabut blokade laut terhadap Iran pada hari Kamis.
Langkah penting ini menandai berlakunya kesepakatan damai sementara demi mengakhiri perang.
Jejak Perang dan Penurunan Harga Energi
Langkah damai ini langsung menurunkan harga minyak mentah dunia secara drastis. Para analis memperkirakan ekspor minyak melalui jalur pelayaran tersebut segera pulih sepenuhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, konflik bersenjata antara Israel dan milisi Hezbollah tetap membara di Lebanon.
Sejumlah sekutu politik Donald Trump di Kongres mempertanyakan isi perjanjian tersebut. Mereka mengkhawatirkan Trump memberikan terlalu banyak kelonggaran demi menghentikan konflik.
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyebut Trump menandatangani kesepakatan karena putus asa.
Poin Transisi Menuju Perjanjian Final
Kesepakatan ini memberikan waktu 60 hari bagi para negosiator untuk merumuskan perjanjian final. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan dana rekonstruksi senilai 300 milar dolar AS bagi Iran.
Sebagai timbal balik, Wakil Presiden JD Vance akan mendesak pembatasan rudal jarak jauh Iran.
Namun, militer Israel meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Lebanon selatan pada Kamis pagi. Serangan udara tersebut memicu keraguan publik mengenai kelangsungan komitmen damai di kawasan.
Trump sendiri mendesak seluruh pihak untuk menjaga jalannya negosiasi damai ini secara konsisten.
Teguran Keras Vance untuk Israel
Ketegangan diplomatik antara Washington dan Tel Aviv kini berada pada titik terendah dalam beberapa dekade.
JD Vance memberikan peringatan keras agar pemerintah Israel menghormati proses perdamaian transisi ini. Ia mengingatkan Israel untuk tidak mengabaikan satu-satunya sekutu terkuat mereka di panggung dunia.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa











