Kisah Inspiratif Pak Gembus, Dari Usaha Lokal Hingga Masuk Malaysia Book of Records

Senin, 22 Juni 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Gembus SPOT Plus Resmi Diluncurkan, Kemendag Dukung Waralaba Go Global. (Posnews/Ist)

Pak Gembus SPOT Plus Resmi Diluncurkan, Kemendag Dukung Waralaba Go Global. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kisah sukses waralaba lokal kembali membuktikan bahwa inovasi dan kerja keras mampu membawa merek Indonesia bersaing di pasar global.

Dari usaha kuliner yang lahir di dalam negeri, Ayam Gepuk Pak Gembus kini menjelma menjadi jaringan bisnis dengan ratusan gerai yang tersebar hingga mancanegara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pelaku usaha lokal memiliki peluang besar untuk tumbuh dan menciptakan dampak ekonomi yang luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, inovasi tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja dan melahirkan wirausaha baru.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat meresmikan gerai Pak Gembus SPOT (+) di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan, CEO Ayam Gepuk Pak Gembus Westi Fitriani, dan Direktur Operasional Maria Barnomo.

Inovasi Jadi Kunci Bertahan dan Berkembang

Budi menegaskan dunia usaha saat ini bergerak sangat cepat. Karena itu, pelaku usaha harus mampu membaca perubahan tren dan kebutuhan konsumen agar tetap relevan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah waralaba tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga keberanian menghadirkan gagasan baru yang menjawab kebutuhan pasar.

Baca Juga :  PINTAR BI 2026: Cara Mudah Tukar Uang Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri

“Kami melihat inovasi waralaba sebagai langkah strategis untuk menjawab perubahan preferensi konsumen sekaligus memperkuat daya saing usaha,” ujar Budi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pelaku usaha, sekecil apa pun, memiliki kesempatan untuk berkembang selama terus berinovasi dan beradaptasi.

Dari Indonesia untuk Dunia

Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan waralaba lokal.

Melalui pengembangan bisnis yang konsisten, perusahaan ini kini mengoperasikan sekitar 460 gerai di Indonesia dan 102 gerai di Malaysia.

Meski telah berekspansi ke luar negeri, Pak Gembus tetap mempertahankan identitas Indonesia dengan menggunakan bumbu yang diproduksi di dalam negeri.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa produk lokal mampu diterima pasar internasional tanpa kehilangan karakter aslinya.

Prestasi itu semakin lengkap setelah Ayam Gepuk Pak Gembus masuk dalam Malaysia Book of Records untuk sejumlah kategori, termasuk sebagai merek ayam gepuk bersertifikat halal pertama dan jaringan ayam gepuk terbesar di Malaysia.

Bukti Pendampingan Pemerintah Bisa Melahirkan Juara

Kesuksesan Pak Gembus juga tidak lepas dari dukungan Program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) yang dijalankan Kementerian Perdagangan.

Sebagai peserta program pada 2021, Ayam Gepuk Pak Gembus berhasil memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) yang menjadi fondasi penting dalam memperluas bisnis hingga ke pasar internasional.

Baca Juga :  Anik Digital Academy: Tempat Belajar Skill Digital & Bisnis Praktis

Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat melahirkan merek-merek lokal yang mampu bersaing di tingkat global.

Budi mengungkapkan rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka 3,29 persen dari total angkatan kerja.

Sementara itu, negara maju umumnya memiliki rasio wirausaha di kisaran 10 hingga 12 persen.

Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya pengusaha baru melalui berbagai skema, termasuk model bisnis waralaba yang telah teruji.

“Waralaba memberi peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan risiko yang lebih terukur dan peluang keberhasilan yang lebih besar,” kata Budi.

Membangun Mimpi, Membuka Lapangan Kerja

Pendiri Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan, menilai waralaba bukan sekadar sarana meraih keuntungan. Baginya, bisnis juga menjadi alat untuk menciptakan kesempatan bagi banyak orang.

Ia berharap semakin banyak pelaku usaha lokal berani membangun mimpi besar dan membawa produk Indonesia menembus pasar dunia.

“Waralaba bukan hanya bisnis. Waralaba membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan ikut menggerakkan perekonomian nasional,” ujar Rido.

Kisah Ayam Gepuk Pak Gembus menjadi bukti bahwa usaha lokal yang dikelola dengan visi, inovasi, dan ketekunan dapat tumbuh menjadi kebanggaan bangsa.

Dari sebuah gerai sederhana, lahir jaringan bisnis yang kini mengibarkan nama Indonesia di pasar internasional. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi IPB: SanGreat Natural Indonesia Ekspor Produk Pengendali Hama ke 3 Negara
Produk Teknologi Salatiga Mendunia, Suku Cadangnya Jadi Tren di Filipina
Kemendag Genjot Transformasi Pasar Rakyat, 124 Pasar Sudah Bersertifikat SNI
Mendag Buka Peluang Ekspor untuk UMKM Salatiga, TEI 2026 Jadi Momentum Emas
Berawal dari Tugas Kampus, Parfum Timeless by Six Siap Tembus Pasar Global
Gratis Masuk Ancol Seharian! Ini Syarat dan Cara Reservasinya
Kunjungan Edukasi ke Perumda Dharma Jaya, Puluhan Siswa SMPN 51 Jakarta Belajar Pentingnya Ketahanan Pangan
Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 14:39 WIB

Kisah Inspiratif Pak Gembus, Dari Usaha Lokal Hingga Masuk Malaysia Book of Records

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09 WIB

Inovasi IPB: SanGreat Natural Indonesia Ekspor Produk Pengendali Hama ke 3 Negara

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:19 WIB

Produk Teknologi Salatiga Mendunia, Suku Cadangnya Jadi Tren di Filipina

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:39 WIB

Kemendag Genjot Transformasi Pasar Rakyat, 124 Pasar Sudah Bersertifikat SNI

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:00 WIB

Mendag Buka Peluang Ekspor untuk UMKM Salatiga, TEI 2026 Jadi Momentum Emas

Berita Terbaru

Tragedi transportasi di Inggris. Sembilan orang berada dalam kondisi kritis dan seorang masinis meninggal dunia pasca-tabrakan dua kereta penumpang di Inggris Tengah. Dok: (Jamie Lashmar/PA via AP)

INTERNASIONAL

Sembilan Orang Kritis Setelah Tabrakan Kereta Penumpang

Senin, 22 Jun 2026 - 12:22 WIB