KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) Malaysia melemah pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin.
Penurunan ini mengikuti jejak pelemahan harga minyak nabati saingan pada bursa Chicago dan Dalian.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman September pada Bursa Malaysia Derivatives turun sebesar 26 ringgit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka penurunan ini setara dengan 0,56 persen menjadi 4.632 ringgit atau sekitar 1.120,19 dolar AS per ton.
Transaksi Perdagangan dalam Rentang Sempit
Sepanjang hari, harga kontrak berjangka itu bergerak dalam kisaran yang sempit.
Transaksi perdagangan berkisar antara 4.622 ringgit hingga 4.690 ringgit per ton.
Seorang pelaku pasar asal Kuala Lumpur memberikan analisis mengenai pergerakan harga komoditas ini.
Ia memproyeksikan pasar akan tetap bergerak dalam rentang yang sempit.
Hal ini mengikuti pergerakan pasar minyak nabati saingan serta harga energi global.
Pelemahan Serempak di Bursa Dalian dan Chicago
Pada bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif menguat tipis sebesar 0,37 persen.
Sebaliknya, harga minyak kedelai pada Chicago Board of Trade melemah 0,42 persen.
Kontrak minyak sawit paling aktif pada bursa Dalian juga melemah 0,46 persen.
Pergerakan harga minyak sawit selalu mengikuti fluktuasi harga minyak nabati saingan.
Sebab, komoditas ini saling berebut pangsa pasar minyak nabati pada tingkat global.
Pengaruh Kelancaran Arus Minyak Selat Hormuz
Sementara itu, harga minyak bumi dunia merosot lebih dari satu persen pada hari Rabu.
Penurunan ini memperpanjang tren kerugian mingguan akibat meredanya konflik Timur Tengah.
Para pelaku pasar melihat sinyal bahwa kapal-kapal pengangkut minyak mulai bergerak meninggalkan Selat Hormuz.
Kelancaran lalu lintas laut ini menekan harga minyak mentah dunia ke tingkat yang rendah.
Harga minyak bumi kini mendekati level minimum dalam empat bulan belakangan ini.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Akibatnya, permintaan CPO untuk sektor energi ramah lingkungan mengalami penurunan.
Analis teknikal Reuters Wang Tao memperkirakan harga minyak sawit dapat melemah kembali.
Ia memproyeksikan harga komoditas ini akan menuju kisaran 4.574 ringgit hingga 4.606 ringgit per ton.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia











