BOSTON, POSNEWS.CO.ID – Paraguay menciptakan kejutan terbesar sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 sejauh ini. Tim asuhan berjuluk La Albirroja tersebut sukses menyingkirkan tim tangguh Jerman melalui adu penalti pada hari Senin kemarin.
Kepahlawanan Orlando Gill di Bawah Mistar
Pertandingan hidup-mati ini harus berlanjut ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Paraguay unggul lebih dulu melalui sundulan terarah Julio Enciso menjelang akhir babak pertama.
Gelandang Jerman Kai Havertz kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-52. Skor imbang tersebut bertahan kuat hingga babak tambahan waktu selesai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada babak penentuan, kiper Paraguay Orlando Gill tampil luar biasa. Gill berhasil menggagalkan dua eksekusi penalti pemain Jerman.
Setelah itu, bek Jose Canale maju sebagai eksekutor pertama pada fase sudden death. Tembakan tenang Canale sukses mengelabui kiper Jerman sekaligus mengunci kemenangan dramatis Paraguay.
Kontroversi Gol Tambahan Waktu Jerman yang Batal
Pertandingan sebenarnya menyajikan drama luar biasa pada menit ke-102 babak tambahan waktu. Jerman sempat merayakan gol setelah bek Jonathan Tah menyundul bola masuk ke gawang Paraguay memanfaatkan sepak pojok Nathaniel Brown.
Namun, wasit langsung meninjau tayangan ulang video (VAR). Hasil rekaman menunjukkan pemain Jerman Waldemar Anton mendorong kiper Gill hingga jatuh sebelum bola udara datang. Wasit akhirnya menganulir gol tersebut karena menganggap aksi Anton sebagai pelanggaran keras.
Pembalasan Dendam Setelah Seperempat Abad
Kemenangan ini membawa arti sangat besar bagi sejarah sepak bola Paraguay. Sepanjang sejarah, Paraguay telah tampil dalam lima laga fase gugur Piala Dunia namun selalu gagal mencetak gol.
Satu-satunya kesuksesan mereka sebelum ini terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, mereka menyingkirkan Jepang lewat adu penalti sebelum akhirnya kalah dari Spanyol di perempat final.
Kemenangan hari Senin ini sekaligus menuntaskan misi balas dendam Paraguay. Pada Piala Dunia 2002, Jerman pernah menyingkirkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar. Kini, hampir seperempat abad kemudian, Paraguay berhasil membalas kekalahan tersebut.
Sebaliknya, hasil ini merusak rekor impresif adu penalti milik Jerman. Tim Panser sebelumnya memenangi enam dari tujuh adu penalti di turnamen besar sejak kekalahan dari Cekoslowakia pada Final Euro 1976.
Paraguay kini bersiap menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Swedia di Philadelphia pada tanggal 4 Juli mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












