KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Komoditas andalan tersebut kini mantap merangkak di atas level MYR 4.550 per ton.
Mandat B50 Prabowo dan Lonjakan Ekspor
Presiden Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan mandat biodiesel B50 pada tanggal 1 Juli kemarin. Prabowo mengambil langkah berani ini demi mendorong kemandirian energi nasional.
Kebijakan ramah lingkungan tersebut otomatis memicu kekhawatiran pasar global. Para pelaku industri memprediksi Indonesia akan mengurangi volume ekspor sawit mentah ke luar negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, ekspor sawit Malaysia juga menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Survei kargo mencatat kenaikan ekspor Juni sebesar 10,6 hingga 11,1 persen.
Pemulihan Permintaan China dan Tekanan Harga
Prospek penyerapan sawit dari China juga berangsur membaik sepanjang bulan lalu. Sektor manufaktur dan jasa Negeri Tirai Bambu kembali mencatat pertumbuhan moderat.
Namun, penurunan harga minyak kedelai di bursa Chicago dan Dalian menahan penguatan harga sawit lebih lanjut.
Pemerintah Indonesia juga memangkas harga referensi CPO periode Juli menjadi 1.000,90 dolar AS per ton. Angka ini turun cukup signifikan dari posisi Juni sebesar 1.029,51 dolar AS.
Kini, para pelaku pasar memilih bersikap waspada menjelang rilis data resmi pasokan global akhir bulan nanti.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












