LA GUAIRA, POSNEWS.CO.ID – Tim penyelamat berhasil mengeluarkan seorang satpam dari bawah reruntuhan mal di Venezuela. Penyelamatan dramatis ini berlangsung delapan hari setelah gempa dahsyat mengguncang negara tersebut.
Perjuangan Hidup di Bawah Reruntuhan Mal
Pria beruntung itu bernama Hernan Alberto Gil. Gil bekerja sebagai petugas keamanan di mal sembilan lantai Galerias Playa Grande.
Reruntuhan beton mengurung tubuh Gil sejak pekan lalu. Tim penyelamat mulai mendeteksi tanda kehidupan Gil pada hari Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden El Salvador Nayib Bukele membagikan kabar baik ini lewat media sosial X. Berbagai tim internasional bahu-membahu menembus reruntuhan.
Tim penolong berasal dari Chile, Amerika Serikat, Portugal, Meksiko, dan Kosta Rika. Mereka bekerja keras bersama tim lokal Venezuela.
Para penyelamat mengirimkan cairan hidrasi menggunakan selang khusus. Mereka menggali dua terowongan berbeda karena kondisi tanah sangat labil.
Detik-Detik Penyelamatan Hernan Gil
Tim penyelamat akhirnya membawa Gil keluar pada Kamis pagi. Sorak-sorai tim penyelamat dan jurnalis mengiringi langkah Gil menuju ambulans.
“Saya bersyukur kepada Tuhan,” ujar Gusbimar Gonzalez, istri Gil.
“Tuhan menjaga suami saya tetap hidup tanpa makanan dan minuman.”
“Ia berjuang keras layaknya seorang prajurit sejati,” tambah Gonzalez.
Tim penyelamat sempat mengubah rencana pembuatan terowongan demi keselamatan. Mereka akhirnya membuka jalur akses baru untuk menjangkau posisi Gil.
Gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang pantai utara Venezuela. Gempa ganda tersebut merenggut nyawa 2.295 warga.
Solidaritas Warga Sipil Memimpin Evakuasi
Pemerintah memperkirakan angka kematian bisa melampaui 10.000 jiwa. Daftar pencarian daring mencatat sekitar 38.600 warga masih hilang.
Lembaga analisis risiko Verisk memproyeksikan kerugian ekonomi mencapai 10 bilion dolar AS.
Pemerintah sosialis Venezuela terus mengampanyekan persatuan aparat dan warga sipil. Televisi negara menayangkan pertemuan Presiden Interim Delcy Rodriguez dengan para jenderal.
Meski begitu, warga sipil dan relawan justru memimpin langsung aksi penyelamatan. Ribuan warga menggunakan sekop, linggis, hingga tangan kosong untuk mencari korban.
Banyak relawan mengeluhkan kelangkaan alat berat untuk memindahkan beton. Menteri Minyak Paula Henao langsung mengirimkan pasokan solar dari kilang Paraguana.
Bahan bakar tersebut membantu operasional alat berat milik tim penyelamat. Relawan juga mendirikan posko pengungsian mandiri bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan Medis dan Penertiban Penjarah
Sementara itu, arus pasien di rumah sakit Vargas mulai berkurang. Pihak rumah sakit merujuk pasien kondisi berat ke kota Caracas.
Angkatan Laut Brasil juga mendirikan rumah sakit lapangan di dekat pantai. Petugas medis Brasil sukses merawat 180 warga sejak hari Senin.
Fasilitas darurat ini menyediakan ruang operasi hingga perawatan intensif. Sayangnya, situasi krisis ini juga memicu tindakan kriminal.
Warga membagikan video oknum aparat yang mengambil barang berharga dari reruntuhan. Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat merespons laporan tersebut.
Pihak berwenang langsung menahan empat polisi yang mencuri uang di lokasi bencana.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












