Dikira Ikan Besar, Nelayan Malah Dapat Buaya 5 Meter di Sungai Barumun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buaya muara berukuran sekitar 5 meter tersangkut jaring nelayan di aliran Sungai Barumun, Labuhanbatu Selatan. (Posnews/Polsek Kampung Rakyat)

Buaya muara berukuran sekitar 5 meter tersangkut jaring nelayan di aliran Sungai Barumun, Labuhanbatu Selatan. (Posnews/Polsek Kampung Rakyat)

LABUHANBATU SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, dibuat geger setelah seekor buaya muara berukuran sekitar 5 meter tersangkut jaring nelayan di Sungai Barumun, Jumat (24/7/2026).

Buaya berukuran jumbo itu ditemukan di wilayah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat.

Awalnya, nelayan bernama Arman mengira jaring yang dipasangnya menangkap ikan berukuran besar. Namun, saat menarik jaring, ia justru melihat seekor buaya telah terlilit di dalamnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, memang tadi dapat pas lagi menjaring cari ikan,” kata Arman, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Buaya Sempat Mengamuk saat Dievakuasi

Penemuan buaya tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Nelayan dan warga kemudian berusaha menarik satwa liar itu ke tepi sungai.

Setelah berhasil mendekatkannya ke daratan, warga segera menghubungi perangkat desa dan Polsek Kampung Rakyat.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan. Buaya itu sempat berontak dan nyaris menghantam warga yang berada di sekitar lokasi.

Beruntung, tidak ada warga yang terluka. Warga kemudian menjauh dari lokasi dan menunggu petugas datang untuk menangani buaya tersebut.

Petugas Polsek Kampung Rakyat akhirnya mengevakuasi buaya dari lokasi.

Selanjutnya, satwa tersebut akan diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan - Waspada Perubahan Ekstrem

Warga Diminta Waspada

Kemunculan buaya di Sungai Barumun bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya juga beberapa kali melaporkan kemunculan buaya di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.

Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Barumun diminta meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diimbau tidak mendekati atau mencoba menangkap buaya tanpa bantuan petugas.

Jika kembali melihat kemunculan satwa liar, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas konservasi.

Langkah tersebut penting untuk mencegah warga maupun satwa liar mengalami cedera dalam proses penanganan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja
Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi
Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:29 WIB

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 06:12 WIB

Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Jumat, 18 September 2026 - 05:43 WIB

Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB