KOTAMOBAGU, POSNEWS.CO.ID β Tragedi berdarah dalam ajang Kejuaraan Muda Charaka Drag Race and Drag Bike Kotamobagu Bersahabat 2026 di Sulawesi Utara terus memunculkan duka.
Hingga Senin (10/8/2026), jumlah korban bertambah menjadi 17 orang, sementara enam korban dinyatakan meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Kecelakaan maut ini terjadi setelah sebuah Honda Jazz dari tim Pangeran 05 kehilangan kendali di ujung garis finis dan menghantam kerumunan penonton yang berada di sisi lintasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas Mengevakuasi Korban ke Dua Rumah Sakit
Petugas, panitia, dan warga sekitar langsung mengevakuasi para korban ke RS Monompia dan RS Pobundayan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Sejumlah korban mengalami luka serius akibat benturan keras, sementara keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit untuk mencari kabar kerabat mereka.
Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela mengatakan pemerintah daerah masih menunggu pembaruan data resmi mengenai jumlah korban.
“Kami masih menunggu data resmi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Data Sementara Korban
Berdasarkan data sementara dari pihak rumah sakit, korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sedangkan 11 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka berat dan luka ringan.
Petugas medis di kedua rumah sakit terus melakukan penanganan terhadap para korban, termasuk observasi lanjutan bagi pasien yang mengalami trauma dan cedera serius.
Polisi Selidiki Sistem Keselamatan dan Dugaan Kelalaian
Kasat Lantas Polres Kotamobagu Iptu Luther Simanjuntak menjelaskan bahwa penanganan kasus tidak hanya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menyangkut penyelenggaraan ajang balap yang memiliki izin resmi dan panitia pelaksana.
Sementara itu, Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik menegaskan bahwa penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pendalaman terhadap sistem pengamanan, kondisi lintasan, dan perizinan penyelenggaraan.
Polisi juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Keselamatan Penonton Jadi Sorotan
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa ajang balap berkecepatan tinggi harus menerapkan standar keselamatan yang ketat, termasuk pembatas lintasan, zona aman penonton, serta sistem pengamanan yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, panitia penyelenggara belum menjelaskan secara resmi penyebab kecelakaan maupun mekanisme pengamanan selama perlombaan.
Berikut data sementara korban berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit:
RS Monompia:
- Harianti Mokoginta, Bilalang III Utara β Meninggal Dunia
- Nilawati Mokodongan, Pontodon Induk β Luka Berat
- Hadi Toisi, Pangian Tengah β Luka Berat
- Ali Jojang, Bilalang IV β Luka Berat
- Murdani Pobela, Bilalang Baru β Luka Berat
- Muxin Dondo, Pontodon Timur β Luka Berat
- Arhan Mokoginta, Bilalang III β Luka Berat
- Rapiska Mokodongan, Genggulang β Luka Berat
- Enjelia Lito, Bilalang III β Luka Berat
- Prasetio Mokodongan, Pontodon β Luka Ringan
RS Pobundayan:
- Lisma Mokoginta, Bilalang Utara β Meninggal Dunia
- Ali Ponamon, Pontodon Induk β Meninggal Dunia
- Risna Longkun, Bilalang Baru β Meninggal Dunia
- Johar Mokoginta, Pontodon β Meninggal Dunia
- Biyo Mokoagow, Bilalang III β Meninggal Dunia
- Rina Longkun, Bilalang Baru β Luka Berat
- Rugaina Menangis, Bilalang IV β Luka BeratΒ **
Editor : Hadwan












