JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rencana Pemprov DKI Jakarta mengalihkan pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu dari Dinas Perhubungan (Dishub) ke PT TransJakarta membuka babak baru dalam layanan transportasi laut ibu kota.
Kebijakan ini mendapat dukungan DPRD DKI Jakarta, tetapi juga memunculkan satu pesan penting: modernisasi tidak boleh mengorbankan masyarakat yang telah lama menghidupkan jalur laut Jakarta.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta H. Tri Waluyo SH mengingatkan bahwa kapal tradisional di Muara Angke selama ini menjadi tulang punggung angkutan penumpang menuju Kepulauan Seribu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang harus menjadi perhatian adalah nasib pemilik kapal tradisional di Muara Angke. Selama ini mereka mendominasi angkutan penumpang ke Kepulauan Seribu,” kata Tri Waluyo kepada Posnews, Jumat (14/8/2026).
Modernisasi Harus Berjalan Bersama
Tri meminta Pemprov DKI mengkaji kebijakan tersebut secara matang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dengan para pemilik kapal tradisional.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa perubahan sistem transportasi tetap memberi ruang bagi pelaku usaha lokal yang selama ini melayani masyarakat.
“Pemprov harus mengkaji lebih dulu agar kebijakan ini tidak merugikan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sebagai warga asli Muara Angke sekaligus legislator, Tri mengaku melihat persoalan ini dari dua sisi, yaitu kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan kebijakan pemerintah daerah.
TransJakarta Ambil Alih Mulai 2027
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan membenahi layanan transportasi menuju dan dari Kepulauan Seribu.
Mulai 2027, pengelolaan transportasi laut akan dialihkan dari Dishub DKI Jakarta kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Pramono menargetkan layanan yang lebih mudah, efisien, terintegrasi, dan memiliki jadwal yang lebih pasti.
Dengan sistem tersebut, warga Kepulauan Seribu diharapkan dapat bepergian ke berbagai wilayah Jakarta dengan akses yang lebih baik.
“Mulai tahun depan, transportasi ke Pulau Seribu harus lebih mudah, lebih efisien, dan memberi kepastian bagi warga,” ujar Pramono.
Pelajaran Penting bagi Jakarta
Rencana ini bukan sekadar pergantian pengelola transportasi, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana kota besar membangun sistem yang lebih modern tanpa memutus mata pencaharian masyarakat lokal.
Jika pemerintah mampu mengintegrasikan kapal tradisional ke dalam jaringan TransJakarta, Jakarta dapat menghadirkan model transportasi laut yang lebih tertib, aman, dan inklusif.
Warga Kepulauan Seribu memperoleh layanan yang lebih baik, sementara pelaku usaha tradisional tetap memiliki ruang untuk tumbuh.
Dengan demikian, kemajuan transportasi tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga memperkuat keadilan sosial bagi masyarakat pesisir yang selama puluhan tahun menjaga konektivitas Kepulauan Seribu. MR
Editor : Hadwan














