Dibujuk Keluarga, Gilang Terjerumus Jadi Kurir 43 Kg Sabu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Gilang Masuk Jaringan Narkoba, Berakhir Ditangkap Bareskrim. (Posnews/Bareskrim)

Kisah Gilang Masuk Jaringan Narkoba, Berakhir Ditangkap Bareskrim. (Posnews/Bareskrim)

PEKANBARU, POSNEWS.CO.ID — Godaan uang membuat Gilang Alfitrah Dalimunthe terseret jauh ke dalam jaringan narkotika.

Pria asal Pekanbaru, Riau, itu kini berhadapan dengan hukum setelah polisi menangkapnya saat membawa 43 kilogram sabu.

Bareskrim Polri menangkap Gilang di area parkir sebuah mal di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 21.15 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penangkapan tersebut membongkar perjalanan Gilang yang sebelumnya mengaku sempat menolak masuk ke bisnis haram tersebut.

Namun, tawaran uang dan bujuk rayu orang terdekat akhirnya membuatnya terjerumus.

Ditangkap Bawa 43 Kg Sabu

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, penangkapan bermula dari informasi mengenai pengiriman sabu dari Pekanbaru menuju Jakarta.

Tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC kemudian melakukan penyelidikan.

Petugas akhirnya menemukan Gilang di lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi. Polisi menangkap Gilang sesaat setelah dia mengambil sebuah mobil yang berisi narkotika.

Dari penggeledahan, petugas menemukan 43 bungkus plastik berwarna hijau tosca bermotif pemandangan yang diduga berisi sabu. Total berat barang bukti mencapai 43 kilogram.

Dikendalikan Bos yang Dikenal Lewat Facebook

Dalam pemeriksaan awal, Gilang mengaku bekerja atas perintah pria berinisial QY. Sosok tersebut disebut dikenal Gilang melalui Facebook.

Baca Juga :  Tapanuli Tengah Darurat: 34 Tewas, 33 Hilang, Ribuan Warga Masih Terisolasi

Polisi kini masih memburu QY yang diduga memiliki posisi lebih tinggi dalam jaringan tersebut.

Eko mengatakan penyidik masih mengembangkan kasus untuk membongkar seluruh mata rantai peredaran narkotika itu.

Keterlibatan Gilang ternyata tidak terjadi secara tiba-tiba.

Menurut keterangan yang disampaikan penyidik, Gilang awalnya diajak bekerja oleh Anto, orang yang disebut sebagai anak buah QY. Anto juga merupakan kakak dari S, istri Gilang.

Gilang sempat menolak tawaran tersebut karena istrinya tidak menyetujui. Namun, S kemudian mendapat bujukan dari W, istri Anto.

Alasannya sederhana tetapi berbahaya. Gilang disebut tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga ditawari pekerjaan dengan iming-iming bayaran besar.

Bujukan itu akhirnya berhasil. Gilang masuk ke jaringan narkoba sekitar Juli 2025.

Dibayar Puluhan Juta

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen mengungkapkan, Gilang mendapat bayaran sekitar Rp25 juta setiap pekerjaan.

Jika pengiriman dilakukan ke luar kota, upah yang diterima disebut mencapai Rp10 juta per kilogram. Pada tahap awal, Gilang juga menjalankan tugas sebagai “penyapu jalan”.

Dalam jaringan narkoba, istilah tersebut merujuk pada orang yang memantau kondisi perjalanan dan memberi informasi kepada kurir mengenai situasi jalan serta keberadaan polisi atau patroli.

Gilang disebut menjalankan tugas tersebut sekitar lima kali.

Pernah Antar Sabu ke Palembang dan Jambi

Penyidik juga menemukan riwayat keterlibatan Gilang dalam beberapa pengiriman narkotika.

Gilang mengaku pernah mengambil barang dari rumah Anto yang digunakan sebagai gudang. Dia juga mengaku telah tiga kali mengantar sabu ke Palembang dan satu kali ke Jambi atas perintah QY.

Baca Juga :  Jasad Pelatih Valencia CF Fernando Carreras Ditemukan di Perairan Komodo

Namun, hubungan Gilang dan Anto kemudian retak pada April 2026.

Setelah berpisah dengan kelompok Anto, Gilang mengaku tidak lagi mengambil narkotika. Sampai akhirnya QY kembali menghubunginya pada 13 Agustus 2026.

Perintah itu menjadi langkah terakhir Gilang sebelum ditangkap polisi.

Mobil Berisi Sabu Membawa Gilang ke Penjara

QY disebut meminta Gilang memindahkan mobil yang berisi narkotika. Gilang menjalankan perintah tersebut. Namun, polisi sudah mengendus pergerakannya.

Pada 22 Agustus 2026, petugas membekuk Gilang di parkiran mal di Pekanbaru. Puluhan kilogram sabu yang dibawanya langsung diamankan sebagai barang bukti.

Kini Gilang menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. Polisi masih mengembangkan perkara untuk mengejar QY dan pihak lain yang diduga berada di atasnya.

Pelajaran Keras dari Jaringan Narkoba

Kasus Gilang menjadi peringatan bahwa uang cepat dari bisnis narkoba selalu membawa risiko yang jauh lebih besar.

Bujukan keluarga, teman, kenalan media sosial, hingga iming-iming upah puluhan juta rupiah dapat menjadi pintu masuk menuju jaringan kriminal.

Karena itu, masyarakat perlu menolak setiap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, terlebih jika berkaitan dengan pengiriman paket, mobil, atau barang tanpa informasi yang transparan.

Sekali masuk jaringan narkoba, konsekuensinya bukan hanya kehilangan uang dan pekerjaan. Kebebasan dan masa depan pun bisa ikut dipertaruhkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bela Istri Berujung Maut, Pria di Pasar Cibinong Tewas Ditikam
Wajah Berlumuran Darah, Remaja Palopo Mengaku Diancam Jadi Tumbal
Gempa NTT: Prabowo Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Bantu Pengungsi
Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP
Duka Gempa NTT, 105 Orang Tewas dan 179.037 Warga Mengungsi
Narkoba Rp693 Juta dari Inggris Disamarkan Jadi Permen, Bareskrim Tangkap AJE
Gempa NTT M7,7: Korban Tewas Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Bela Istri Berujung Maut, Pria di Pasar Cibinong Tewas Ditikam

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Dibujuk Keluarga, Gilang Terjerumus Jadi Kurir 43 Kg Sabu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Wajah Berlumuran Darah, Remaja Palopo Mengaku Diancam Jadi Tumbal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Gempa NTT: Prabowo Gelontorkan Rp200 Miliar untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Viral Pedagang Ngaku Bayar Rp650 Ribu di Merak, Ini Penjelasan ASDP

Berita Terbaru

Kunjungan rahasia Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow menandai diplomasi intelijen AS-Rusia pertama sejak 2021 di tengah krisis Iran dan perang Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur CIA Kunjungi Moskow di Tengah Eskalasi Konflik Global

Kamis, 27 Agu 2026 - 10:00 WIB

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung. (Posnews/ist)

HUKRIM

Demo 27 Agustus, 18.504 Personel Siaga di 6 Zona Jakarta

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:50 WIB

Wacana Presiden Donald Trump mengubah nama Danau Ontario memicu reaksi keras dari publik dan pemerintah Kanada di tengah krisis perang tarif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Usulkan Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America

Kamis, 27 Agu 2026 - 09:00 WIB