LAMPUNG UTARA, POSNEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Kali ini, seorang siswa SD Negeri 3 Sindangsari, Kabupaten Lampung Utara, menemukan benda kecil dan keras yang diduga menyerupai peluru senapan angin di dalam potongan daging menu MBG.
Temuan itu membuat suasana makan siswa mendadak berubah. Benda tersebut ditemukan siswa kelas V bernama Ardi saat hendak menyantap makanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ardi merasa ada sesuatu yang tidak wajar ketika menggigit daging tersebut. Teksturnya terasa keras sehingga ia berhenti makan dan memeriksa potongan daging.
Saat dibalik, terlihat benda menyerupai peluru menancap di bagian daging. Ardi kemudian memuntahkan makanan yang sudah sempat digigitnya.
“Pas lagi makan-makan saya angkat dagingnya terus saya balik. Lalu saya lihat ada peluru di daging. Udah ada yang dimakan dagingnya, tapi yang bagian atas. Akhirnya berhenti makannya,” kata Ardi.
Guru Khawatir Keselamatan Siswa
Kepala SD Negeri 3 Sindangsari, Ida Yulia Mega, membenarkan temuan tersebut. Ia mengaku khawatir karena benda asing itu berada di dalam makanan yang seharusnya dikonsumsi anak-anak.
“Jadi siswa saya sudah gigit katanya keras, lalu dibalik, kok ada peluru. Lalu dimuntahkan makanannya,” ujar Ida.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius. Program MBG tidak hanya mengejar pemenuhan gizi, tetapi juga wajib menjamin keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa.
Sebab, jika benda asing itu tertelan, risikonya bisa jauh lebih serius. Anak-anak merupakan kelompok yang harus mendapat perlindungan ekstra dalam setiap proses penyediaan makanan.
Dapur MBG Disuspend Sementara
Temuan itu kini mendapat perhatian aparat dan pihak yang bertanggung jawab terhadap program pemenuhan gizi.
KPPG Lampung menyatakan SPPG Sindangsari telah disuspend sementara selama proses pemeriksaan berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari tahu dari mana benda yang diduga peluru itu berasal dan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan.
Polisi juga mulai meminta keterangan dari pihak sekolah dan melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut.
Pihak terkait belum menyimpulkan bahwa benda tersebut benar-benar peluru senapan angin. Identifikasi dan pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan jenis benda serta sumbernya.
Jangan Anggap Sepele Keamanan Makanan
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan tidak boleh kalah penting dari kandungan gizi.
Proses pemilihan bahan, pemeriksaan, pengolahan, hingga distribusi makanan harus berjalan dengan pengawasan ketat.
Terlebih, makanan tersebut diberikan kepada anak-anak sekolah. Kesalahan kecil dalam rantai penyediaan makanan dapat berubah menjadi ancaman keselamatan.
Karena itu, pemeriksaan kualitas makanan harus dilakukan secara konsisten.
Sekolah, pengelola dapur MBG, pemerintah, dan pengawas perlu memastikan setiap makanan yang diterima siswa benar-benar aman.
MBG harus bergizi, tetapi juga wajib aman. Anak-anak membutuhkan makanan sehat, bukan kejutan berbahaya di dalam piring mereka. **
Editor : Hadwan














