POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pasukan Rusia meluncurkan serangan bom mematikan ke kota Kramatorsk pada Kamis.
Serangan brutal tersebut menghancurkan dua bus penumpang serta menewaskan sedikitnya 30 orang warga.
Bahkan, total korban jiwa akibat gelombang serangan Rusia mencapai 78 orang dalam dua hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, tim medis mencatat sebanyak 215 warga mengalami luka-luka akibat ledakan dahsyat tersebut.
Gubernur wilayah Vadym Filashkin menegaskan bahwa militer Rusia sengaja menyasar warga sipil demi menimbulkan korban jiwa.
Kecaman Zelenskyy Terhadap Kebijakan Amerika Serikat
Akibat tragedi ini, Presiden Volodymyr Zelenskyy melontarkan kritik pedas kepada pemerintah Amerika Serikat.
Zelenskyy menilai Washington tidak memiliki kemauan kuat untuk membantu perjuangan rakyat Ukraina.
Padahal, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat mengklaim perang mengalami kebuntuan diplomatik.
Namun, pejabat Amerika Serikat justru merencanakan kerja sama ekonomi terkait saluran pipa gas Nord Stream bersama Rusia.
Oleh karena itu, Zelenskyy menganggap sikap Amerika Serikat sangat tidak jujur dalam memimpin proses perdamaian.
Permintaan Akses Layanan Satelit Starlink
Di samping itu, Ukraina mendesak Amerika Serikat agar membuka akses penuh sistem satelit Starlink.
Ukraina membutuhkan jaringan Starlink untuk melacak serta menghancurkan peluncur rudal balistik milik Rusia.
Zelenskyy meyakini bahwa penguasaan ruang udara dapat memaksa Vladimir Putin menuju meja perundingan.
Sementara itu, serangan drone Rusia juga merusak fasilitas energi di kota Kyiv menjelang musim dingin.
Sebab, militer Rusia terus meningkatkan intensitas pemboman guna melumpuhkan pasokan listrik serta pusat data Ukraina.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












