Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Volodymyr Zelenskyy mengecam Amerika Serikat setelah gelombang serangan rudal Rusia menewaskan 78 warga Ukraina. Dok: Istimewa.

Volodymyr Zelenskyy mengecam Amerika Serikat setelah gelombang serangan rudal Rusia menewaskan 78 warga Ukraina. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Pasukan Rusia meluncurkan serangan bom mematikan ke kota Kramatorsk pada Kamis.

Serangan brutal tersebut menghancurkan dua bus penumpang serta menewaskan sedikitnya 30 orang warga.

Bahkan, total korban jiwa akibat gelombang serangan Rusia mencapai 78 orang dalam dua hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, tim medis mencatat sebanyak 215 warga mengalami luka-luka akibat ledakan dahsyat tersebut.

Gubernur wilayah Vadym Filashkin menegaskan bahwa militer Rusia sengaja menyasar warga sipil demi menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga :  Rusia dan Ukraina Saling Umumkan Gencatan Senjata Sepihak

Kecaman Zelenskyy Terhadap Kebijakan Amerika Serikat

Akibat tragedi ini, Presiden Volodymyr Zelenskyy melontarkan kritik pedas kepada pemerintah Amerika Serikat.

Zelenskyy menilai Washington tidak memiliki kemauan kuat untuk membantu perjuangan rakyat Ukraina.

Padahal, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat mengklaim perang mengalami kebuntuan diplomatik.

Namun, pejabat Amerika Serikat justru merencanakan kerja sama ekonomi terkait saluran pipa gas Nord Stream bersama Rusia.

Oleh karena itu, Zelenskyy menganggap sikap Amerika Serikat sangat tidak jujur dalam memimpin proses perdamaian.

Baca Juga :  Tensi Memanas: AS Siapkan Operasi Senyap untuk Gulingkan Maduro di Venezuela

Permintaan Akses Layanan Satelit Starlink

Di samping itu, Ukraina mendesak Amerika Serikat agar membuka akses penuh sistem satelit Starlink.

Ukraina membutuhkan jaringan Starlink untuk melacak serta menghancurkan peluncur rudal balistik milik Rusia.

Zelenskyy meyakini bahwa penguasaan ruang udara dapat memaksa Vladimir Putin menuju meja perundingan.

Sementara itu, serangan drone Rusia juga merusak fasilitas energi di kota Kyiv menjelang musim dingin.

Sebab, militer Rusia terus meningkatkan intensitas pemboman guna melumpuhkan pasokan listrik serta pusat data Ukraina.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro
Warga Amerika Serikat Menghadapi Risiko Kehilangan Akses Obat
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh
Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk
Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis
Pentagon Menyiarkan Secara Langsung Eksekusi Nidal Malik
Donald Trump Memastikan Amerika Serikat Menunda Serangan
Donald Trump Mengklaim Layak Memenangi Hadiah Nobel

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Kelompok Houthi Menyerang Bandara Riyadh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Donald Trump Menyerahkan Medali Sains Kepada Elon Musk

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Gelombang Unjuk Rasa Pelajar Meluas dari Prancis

Berita Terbaru

Jaksa Amerika Serikat resmi menambahkan dakwaan kasus penyiksaan terhadap Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jaksa AS Mengajukan Dakwaan Baru Terhadap Nicolas Maduro

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:56 WIB

Volodymyr Zelenskyy mengecam Amerika Serikat setelah gelombang serangan rudal Rusia menewaskan 78 warga Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Mengecam Amerika Serikat Pascaserangan Rudal Rusia

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:51 WIB