Sindikat Bobol Rekening Dormant Rp204 Miliar, 9 Tersangka Dicokok Bareskrim

Kamis, 25 September 2025 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penangkapan sembilan tersangka pembobolan rekening dormant Rp204 miliar oleh Bareskrim Polri. Dok: Polri

Penangkapan sembilan tersangka pembobolan rekening dormant Rp204 miliar oleh Bareskrim Polri. Dok: Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi akhirnya membongkar sindikat kejahatan kelas kakap pembobolan rekening dormant (rekening tidur) yang merugikan negara hingga Rp204 miliar.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri langsung menetapkan sembilan orang tersangka dan menjerat mereka dengan pasal berlapis, termasuk tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dir Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, menegaskan kasus ini bukan kejahatan biasa melainkan aksi terorganisir dengan jaringan rapi.
β€œPenyidik sudah menetapkan sembilan tersangka,” kata Helfi di Mabes Polri, Kamis (25/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesembilan pelaku terbagi dalam tiga klaster:

  1. Karyawan bank – AP (Kepala Cabang Pembantu Bank BUMN) dan GRH (Consumer Relations Manager).
  2. Eksekutor pembobol rekening – C, DR, NAT, R, dan TT.
  3. Pelaku TPPU – DH dan IS.
Baca Juga :  Polisi Tangkap Pencuri Spion di PIK, Senjata Api Ternyata Korek Mainan

Ironisnya, dua di antaranya yakni C alias Ken dan Dwi Hartono (DH), ternyata juga terseret dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang bank, Muhammad Ilham Pradipta.

Modus Canggih Sindikat

Menurut polisi, modus sindikat ini dijalankan layaknya operasi militer. Para pelaku menargetkan rekening dormant, yaitu rekening nasabah yang tidak aktif, dengan cara illegal access atau peretasan akses tanpa sepengetahuan pemilik rekening.

β€œDana sebesar Rp204 miliar dipindahkan di luar jam operasional bank. Aksi dilakukan pada 20 Juni 2025,” ungkap Helfi.

Sebelumnya, sejak awal Juni 2025, jaringan ini sudah menggelar serangkaian pertemuan dengan Kepala Cabang Pembantu Bank BNI di Jawa Barat.

Dengan kedok sebagai Satgas Perampasan Aset, mereka menyusun peran masing-masing: mulai perencanaan, eksekusi, hingga pembagian hasil jarahan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 7 Pelaku Penjarahan Rumah Uya Kuya di Pondok Bambu

Bank Lalai Awasi Dana Nasabah

Kasus ini jadi tamparan keras bagi dunia perbankan nasional. Bagaimana mungkin rekening tidur bernilai ratusan miliar bisa dijarah sindikat tanpa ada alarm sistem?

Pengawasan lemah dan celah internal bank jelas dimanfaatkan oleh orang dalam. Karyawan bank yang seharusnya menjaga aset justru jadi bagian dari mafia.

Publik menilai kasus ini bukan hanya soal sindikat kriminal, tetapi juga soal kelalaian fatal sistem keamanan perbankan nasional. Jika rekening dormant saja bisa disedot, bagaimana nasib dana nasabah aktif yang tiap hari bertransaksi?

Polisi memastikan kasus ini akan dikembangkan lebih lanjut. Bukan tidak mungkin, ada pejabat bank lain maupun pihak eksternal yang ikut kecipratan uang panas hasil rampokan digital ini. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pengendara PCX Bawa Obat Keras Saat Razia di Tamansari
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis
Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral
Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik
Serangan Militer Israel Tewaskan Seribu Warga Gaza
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:14 WIB

Polisi Tangkap Pengendara PCX Bawa Obat Keras Saat Razia di Tamansari

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:25 WIB

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:19 WIB

Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:51 WIB

Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:13 WIB

Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik

Berita Terbaru

Ketegangan diplomatik di Amerika Selatan. Presiden Brazil Lula da Silva memperingatkan mitranya Donald Trump agar tidak mencampuri urusan pemilihan umum mendatang di negaranya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:25 WIB