Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Ist)

Menteri Perdagangan Budi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar penting bagi masyarakat. Pemerintah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MINYAKITA tetap Rp15.700 per liter dan belum akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah saat ini lebih fokus memperkuat distribusi MINYAKITA agar semakin mudah ditemukan masyarakat, terutama di pasar-pasar rakyat yang menjadi pusat belanja kebutuhan pokok.

Untuk memperluas jangkauan distribusi, pemerintah menggandeng dua BUMN pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus memastikan harga minyak goreng rakyat tetap terjangkau di seluruh daerah.

“Sampai saat ini tidak ada kenaikan HET MINYAKITA. Harganya tetap Rp15.700 per liter. Kami fokus memperkuat distribusi ke pasar-pasar rakyat melalui Bulog dan ID FOOD agar MINYAKITA semakin banyak tersedia di masyarakat,” ujar Budi Santoso.

Pemerintah Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga

Di tengah tingginya kebutuhan minyak goreng nasional, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan stabilitas harga.

Baca Juga :  BPIH 2026 Turun Rp1 Juta, Pemerintah Janjikan Pelayanan Haji Lebih Efisien

Karena itu, Kementerian Perdagangan bersama pemangku kepentingan terkait memperkuat pengawasan distribusi agar pasokan MINYAKITA tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu.

Selain menjaga stok, pemerintah juga ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh minyak goreng sesuai harga yang telah ditetapkan.

Dengan distribusi yang lebih merata, potensi kelangkaan maupun lonjakan harga di tingkat konsumen diharapkan dapat ditekan.

Program Bantuan Pangan Tak Lagi Gunakan MINYAKITA

Sementara itu, Mendag mengungkapkan pemerintah akan mengatur ulang penggunaan minyak goreng dalam program bantuan pangan.

Jika sebelumnya sebagian kebutuhan bantuan pangan menggunakan MINYAKITA, ke depan pemerintah berencana memakai merek minyak goreng lain agar distribusi MINYAKITA di pasar rakyat tidak terganggu.

“Kalau sebelumnya sebagian digunakan untuk bantuan pangan, selanjutnya akan memakai merek lain. Detail teknisnya masih kami koordinasikan dengan para produsen,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan MINYAKITA bagi masyarakat umum sekaligus memastikan program bantuan pangan tetap berjalan lancar.

Produsen Diminta Perbanyak Minyak Goreng Alternatif

Selain memperkuat distribusi MINYAKITA, pemerintah juga meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng alternatif atau second brand.

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

Kebijakan ini bertujuan menambah pilihan minyak goreng dengan harga terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan pasar terhadap satu merek.

Menurut Budi Santoso, saat ini berbagai merek minyak goreng alternatif sebenarnya sudah banyak beredar di pasar rakyat dan mudah ditemukan konsumen.

“Kami meminta produsen memperbanyak minyak goreng second brand. Saat ini produk-produk tersebut sudah banyak tersedia di pasar rakyat dan mudah diperoleh masyarakat,” katanya.

Pasar Rakyat Jadi Prioritas Distribusi

Pemerintah menilai pasar rakyat masih menjadi ujung tombak distribusi kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, penguatan pasokan MINYAKITA ke pasar tradisional menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Dengan dukungan Bulog, ID FOOD, dan para produsen minyak goreng nasional, pemerintah optimistis pasokan tetap aman serta harga MINYAKITA dapat terjaga sesuai HET yang berlaku.

Melalui strategi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh MINYAKITA dengan harga terjangkau, tetapi juga memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng berkualitas di pasaran. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Ungkap Utang Rp1,6 Triliun ke Mitra MBG, Pembayaran Masih Tertahan
Kasus Febrie Adriansyah Masuk Babak Baru, Polri Serahkan ke Kejagung
Hotman Paris Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi dan TPPU
Pigai Usul Sertifikasi HAM Wajib untuk Promosi Jabatan, Ini Respons Polri
Enam Bulan, Komnas Perempuan Terima 1.833 Laporan Kekerasan terhadap Perempuan
Berkas P-21, Bareskrim Limpahkan 7 Tersangka Narkoba White Rabbit ke Kejari Jaksel
Polri Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok, Uang dan Emas Sitaan Ikut Diserahkan
Tim 9 Jaksa Alumni KPK Siap Bongkar Kasus Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:55 WIB

BGN Ungkap Utang Rp1,6 Triliun ke Mitra MBG, Pembayaran Masih Tertahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:17 WIB

Kasus Febrie Adriansyah Masuk Babak Baru, Polri Serahkan ke Kejagung

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:20 WIB

Hotman Paris Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi dan TPPU

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:56 WIB

Pigai Usul Sertifikasi HAM Wajib untuk Promosi Jabatan, Ini Respons Polri

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:29 WIB

Enam Bulan, Komnas Perempuan Terima 1.833 Laporan Kekerasan terhadap Perempuan

Berita Terbaru