Euro vs Dolar: Mampukah Euro Gantikan Dominasi Dolar?

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Meskipun Euro adalah penantang utama, dominasi Dolar sebagai mata uang cadangan global belum tergoyahkan. Apa yang menahan mata uang Eropa ini? Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Meskipun Euro adalah penantang utama, dominasi Dolar sebagai mata uang cadangan global belum tergoyahkan. Apa yang menahan mata uang Eropa ini? Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Dalam arsitektur keuangan global, Dolar Amerika Serikat (AS) telah lama menjadi raja. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, penantang paling serius telah muncul: Euro. Uni Eropa memiliki ambisi besar untuk meningkatkan peran internasional mata uangnya, terutama untuk mengurangi ketergantungan pada kebijakan moneter AS.

Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: mampukah Euro benar-benar menggantikan dominasi Dolar?

Fondasi Kuat Dominasi Dolar

Kekuatan Dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia tidak terjadi secara kebetulan. Fondasinya dibangun di atas beberapa pilar utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, ukuran ekonomi AS yang masif. Kedua, pasar keuangannya adalah yang paling dalam dan paling likuid di dunia. Obligasi pemerintah AS (US Treasury) dianggap sebagai aset safe haven paling aman. Dalam setiap krisis global, investor tidak lari ke Euro, mereka lari ke Dolar. Faktor-faktor ini memberikan Dolar status yang tak tertandingi dalam perdagangan dan cadangan devisa bank sentral di seluruh dunia.

Baca Juga :  Pohon Tua Tumbang Timpa Taksi Blue Bird dan Mercy di Kelapa Gading

Ambisi Internasional Euro

Uni Eropa, sebagai blok ekonomi besar, tentu saja memiliki ambisi untuk Euro. Mereka melihat ketergantungan global pada Dolar sebagai risiko.

Ketika Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga, dampaknya terasa di seluruh dunia, termasuk Eropa. Oleh karena itu, Uni Eropa secara aktif mendorong penggunaan Euro dalam perdagangan internasional, terutama di sektor energi, dan berupaya memperkuat arsitektur keuangannya sendiri agar lebih mandiri.

Kelemahan Struktural yang Menghambat

Meskipun ambisius, Euro memiliki kelemahan struktural yang fundamental. Berbeda dengan AS, Uni Eropa adalah persatuan moneter tanpa persatuan fiskal yang utuh.

Baca Juga :  Empat Tahun Perang Ukraina: Antara Ambisi Gencatan Senjata Juni dan Kebuntuan Struktural

Tidak ada “surat utang Eropa” tunggal yang memiliki likuiditas dan keamanan setara US Treasury. Surat utang Jerman (Bund) mungkin kuat, tetapi tidak mewakili seluruh zona Euro. Selain itu, risiko politik internal, dengan 20 negara anggota yang memiliki kebijakan fiskal dan prioritas politik berbeda, menciptakan keraguan di benak investor global.

Penantang Kuat, Bukan Pengganti

Dalam pertarungan Euro vs Dolar, Euro jelas merupakan penantang kelas berat di posisi nomor dua. Namun, dominasi Dolar masih terlalu kokoh.

Selama Uni Eropa belum mengatasi masalah fundamentalnya, terutama fragmentasi fiskal, Euro akan tetap menjadi mata uang regional yang kuat, bukan mata uang cadangan global yang dominan. Dolar mungkin tidak akan terganti dalam waktu dekat, setidaknya bukan oleh Euro seorang diri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Selasa, 22 September 2026 - 06:00 WIB

Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB