Saat Dinding Mulai Mendengar: Privasi di Era Rumah Pintar

Sabtu, 1 November 2025 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Hunian cerdas tanpa kuras kantong. Membangun smart home di tahun 2026 kini jauh lebih terjangkau melalui pemilihan perangkat esensial yang tepat dan sistem integrasi satu pintu yang efisien. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Hunian cerdas tanpa kuras kantong. Membangun smart home di tahun 2026 kini jauh lebih terjangkau melalui pemilihan perangkat esensial yang tepat dan sistem integrasi satu pintu yang efisien. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — “Alexa, matikan lampu.” “Google, putar lagu.” Perintah-perintah ini telah menjadi bagian dari rutinitas harian di banyak rumah modern. Popularitas smart speakers (pelantang pintar) seperti Alexa dan Google Home, ditambah dengan CCTV pintar serta lampu yang terhubung ke internet, telah meroket.

Kita merangkul era smart home (rumah pintar) yang menjanjikan kenyamanan instan di ujung suara kita. Namun, di balik kenyamanan itu, ada “tukar guling” yang sering tidak kita sadari dan berpotensi membahayakan.

Privasi untuk Kenyamanan

Inti dari “tukar guling” ini sederhana: kita menukar privasi dengan kenyamanan. Agar smart speaker bisa merespons perintah “Hei Google”, mikrofonnya harus selalu aktif (always-on). Perangkat itu secara konstan mendengarkan semua percakapan di ruangan, menunggu kata kuncinya.

Akibatnya, kita secara sukarela memasang alat pendengar di ruang tamu dan kamar tidur kita. Kita menerima risiko ini semua demi kemudahan mematikan lampu tanpa harus beranjak dari sofa.

Siapa yang Sebenarnya Mendengar?

Masalahnya, data itu tidak berhenti di perangkat Anda. Saat Anda berbicara, perusahaan mengirim rekaman suara Anda ke server (seperti milik Amazon atau Google) untuk diproses. Perusahaan mengklaim ini untuk “meningkatkan layanan”.

Akan tetapi, ini juga berarti percakapan pribadi kita—pertengkaran, rahasia, atau obrolan sensitif—tersimpan di cloud. Risiko peretasan pun menjadi nyata; peretas bisa saja menyadap mikrofon Anda dari jarak jauh. Lebih jauh lagi, data suara ini melengkapi profil data kita, memberi raksasa teknologi pemahaman yang lebih dalam tentang kebiasaan, keinginan, dan bahkan kesehatan kita.

Baca Juga :  Eksistensialisme di Abad 21: Menemukan Makna di Dunia yang Tampak Absurd

Siapa yang Mengendalikan Rumah Kita?

Teknologi rumah pintar memang menawarkan kemudahan yang luar biasa. Namun, di saat yang sama, teknologi ini membawa kita pada pertanyaan fundamental. Seberapa “pintar” rumah yang kita inginkan? Apakah kenyamanan memutar musik sepadan dengan risiko percakapan kita dianalisis oleh algoritma?

Saat dinding mulai bisa mendengar, kita harus bertanya: siapa yang sebenarnya mengendalikan rumah kita? Kita, atau perusahaan yang teknologinya kita pasang di dalamnya?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB