Jeratan Pay Later: Ilusi Kemudahan yang Memisinkan Anak Muda

Rabu, 19 November 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Fitur

Ilustrasi, Fitur "Buy Now Pay Later" (BNPL) meledak di kalangan anak muda. Namun, di balik kemudahan itu, ada jeratan utang, perilaku impulsif, dan ancaman masa depan finansial (skor kredit) yang hancur. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, cara kita berbelanja telah berubah total. Dulu, kita harus menabung untuk membeli sesuatu. Kini, hampir setiap aplikasi e-commerce dan perjalanan menawarkan fitur “Buy Now Pay Later” (BNPL) atau Pay Later.

Tawaran ini sangat menggoda: “Beli sekarang, bayar nanti (atau cicil).” Tanpa kartu kredit, tanpa proses ribet. Hanya butuh KTP dan beberapa klik, barang impian langsung menjadi milik Anda. Akibatnya, penggunaan Pay Later meledak, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial.

Jebakan Gratifikasi Instan

Mengapa fitur ini begitu sukses menjerat anak muda? Jawabannya terletak pada psikologi manusia. Pay Later mengeksploitasi keinginan kita akan gratifikasi instan (instant gratification).

Otak kita senang mendapatkan hadiah (barang baru) sekarang, sambil menunda rasa sakit (membayar) ke masa depan. Konsep “bayar nanti” membuat harga barang terasa jauh lebih murah atau tidak nyata. Akibatnya, hal ini memicu perilaku belanja impulsif. Seseorang yang tadinya ragu membeli sepatu seharga Rp 1 juta, tiba-tiba merasa mampu karena hanya perlu membayar Rp 100 ribu bulan ini.

Literasi Rendah vs. Akses Mudah

Masalah terbesarnya bukanlah pada fiturnya, melainkan pada kesenjangan antara literasi keuangan dan kemudahan akses.

Di satu sisi, penyedia layanan memberikan akses utang yang sangat mudah. Di sisi lain, literasi keuangan anak muda masih rendah. Banyak yang tidak memahami konsep bunga berbunga, biaya denda keterlambatan, atau rasio utang yang sehat.

Mereka menganggap limit Pay Later sebagai “uang tambahan” atau perpanjangan dompet, bukan sebagai utang yang harus mereka lunasi. Ketika tagihan menumpuk dan pendapatan tidak mencukupi, mereka terjebak dalam lingkaran gali lubang tutup lubang.

Baca Juga :  Kuasa Emansipasi: Menakar Ulang Keamanan Global Lewat Kacamata Feminisme HI

Dampak Jangka Panjang: Masa Depan yang Tergadaikan

Dampak dari jeratan ini sangat serius dan berjangka panjang. Ini bukan sekadar masalah dikejar debt collector.

Yang paling berbahaya adalah rusaknya skor kredit. Di Indonesia, riwayat pembayaran Pay Later tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK (dahulu BI Checking).

Jika seorang anak muda gagal bayar atau sering menunggak Pay Later, namanya akan masuk daftar hitam (skor kredit buruk). Konsekuensinya sangat fatal di masa depan: mereka akan kesulitan, bahkan mustahil, untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan, atau pinjaman usaha di bank saat mereka sudah dewasa dan membutuhkannya. Masa depan finansial mereka hancur hanya demi gaya hidup konsumtif di masa muda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:48 WIB

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:42 WIB

Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Berita Terbaru

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:08 WIB

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:48 WIB

Bara protes di Swiss. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Jenewa guna menolak pelaksanaan KTT G7 Evian di tengah eskalasi konflik energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Jun 2026 - 10:37 WIB