Ratusan Lansia di Kampung Kumuh Bekasi Selatan Dapat Kesehatan Gratis dari Polres Metro

Jumat, 8 Agustus 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi turun ke kampung, layani warga cek kesehatan dan bagi sembako. (Foto-san)

Polisi turun ke kampung, layani warga cek kesehatan dan bagi sembako. (Foto-san)

BEKASI, ONLINEWS.CO.ID Sekitar 200 warga Kampung Tembok Bolong, Bekasi Selatan, mendapat pelayanan kesehatan gratis dari Polsubsektor Pekayon Jaya pada Jumat pagi (8/8/2025). Mayoritas peserta adalah lansia yang datang bergiliran untuk diperiksa oleh tim Dokkes Polres Metro Bekasi Kota.

“Animo masyarakat luar biasa, ada lebih dari 200 warga yang mendapat pelayanan kesehatan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro di lokasi.

Baca Juga :  Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025, Samai Rekor Valentino Rossi

Pemeriksaan meliputi cek tensi darah dan pemberian vitamin untuk menjaga kesehatan warga.

Rutin Sasar Kawasan Kumuh

Kusumo menegaskan, pelayanan kesehatan gratis ini adalah program rutin setiap Jumat yang menyasar kawasan kumuh (slum area) di Kota Bekasi.

“Kami akan terus menjangkau daerah-daerah slum area agar kesehatan masyarakat terlayani secara merata,” ujarnya.

Baca Juga :  Matinya Museum, Kebangkitan Seni Imersif dan Instagrammable

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polres Metro Bekasi Kota juga membagikan 200 paket sembako dan bendera Merah Putih kepada warga yang belum memasangnya di depan rumah.

“Kami langsung pasang bendera di rumah warga sekaligus salurkan sembako,” tambah Kusumo.

Pelayanan kesehatan gratis ini diharapkan meningkatkan kesadaran warga menjaga kesehatan dan mempererat hubungan polisi dengan masyarakat. (san)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:00 WIB

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB

Ilustrasi, Ekonomi Gig menjanjikan kebebasan

INTERNASIONAL

Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:00 WIB

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB