AS Tuduh Rwanda Khianati Perjanjian Damai: Dukung Pemberontak M23 Rebut Kota Strategis Kongo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, tampak Kota Kigali, salah satu kota besar yang terletak di Rwanda. Dok: Istimewa.

Foto, tampak Kota Kigali, salah satu kota besar yang terletak di Rwanda. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Harapan perdamaian di Afrika Tengah kembali hancur berkeping-keping. Amerika Serikat (AS) melontarkan tuduhan serius kepada Rwanda pada Jumat (12/12/2025).

Washington menuduh Kigali telah melanggar perjanjian damai yang dimediasi AS dengan mendukung serangan baru yang mematikan di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC).

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan kemarahan tersebut di Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, AS “sangat prihatin dan sangat kecewa” dengan pecahnya kembali kekerasan oleh kelompok pemberontak M23.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rwanda memimpin kawasan ini menuju ketidakstabilan dan perang yang meningkat,” peringat Waltz. Bahkan, ia mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap para “perusak perdamaian”.

Jatuhnya Kota Strategis Uvira

Tuduhan ini muncul di tengah situasi lapangan yang memburuk drastis. Kementerian Komunikasi Kongo mengonfirmasi jatuhnya kota pelabuhan strategis Uvira ke tangan pemberontak M23 pada Rabu sore.

Baca Juga :  USS Abraham Lincoln Tiba di Timur Tengah, Iran Siapkan Respon

Faktanya, Uvira adalah pertahanan terakhir pemerintah di provinsi Kivu Selatan setelah ibu kota provinsi, Bukavu, jatuh pada Februari lalu. Akibatnya, pemberontak kini menguasai koridor luas di wilayah timur yang kaya mineral.

Serangan terbaru ini menelan korban jiwa yang besar. Pejabat melaporkan lebih dari 400 warga sipil tewas sejak M23 meningkatkan ofensifnya awal bulan ini. Selain itu, sekitar 200.000 orang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka.

Pasukan Khusus Rwanda Terlibat?

Waltz membeberkan data intelijen yang mengejutkan. Ia menyebut pasukan Rwanda memberikan dukungan logistik dan pelatihan kepada M23.

Lebih parah lagi, Waltz mengklaim pasukan khusus Rwanda ikut bertempur langsung di garis depan. “Ada sekitar 5.000 hingga 7.000 tentara Rwanda di Kongo timur pada awal Desember,” ungkapnya.

Padahal, Presiden Kongo dan Rwanda baru saja menandatangani perjanjian damai di Washington minggu lalu. Kesepakatan itu mewajibkan Rwanda untuk menghentikan dukungan bagi kelompok bersenjata.

Baca Juga :  Konfrontasi Militer Terbuka: Israel dan AS Bombardir Iran

Ancaman Sanksi dan Konflik Regional

Menteri Luar Negeri Kongo, Thérèse Kayikwamba Wagner, menuduh Rwanda telah menginjak-injak perjanjian damai tersebut. Oleh karena itu, ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi berat.

Kongo menuntut sanksi terhadap pemimpin militer Rwanda, larangan ekspor mineral, dan pelarangan kontribusi pasukan Rwanda dalam misi perdamaian PBB.

Kini, konflik berpotensi meluas menjadi perang regional. Pertempuran telah mencapai ambang pintu negara tetangga, Burundi. Lantas, peluru nyasar dilaporkan jatuh di wilayah Burundi, memicu kekhawatiran akan terseretnya negara tersebut ke dalam kancah peperangan.

Pada akhirnya, konflik di Kongo timur bukan sekadar perebutan wilayah. Ini adalah perebutan akses terhadap mineral langka (rare earths) yang vital bagi industri teknologi global, termasuk jet tempur dan ponsel pintar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB

Langkah taktis raksasa teknologi. Apple menunjuk Samsung Display sebagai pemasok tunggal panel OLED touchscreen untuk MacBook OLED dan iPhone Ultra. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Apple Tunjuk Samsung Display Garap Panel MacBook OLED

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:06 WIB

Inovasi gawai modular dua fungsi. HoverAir merilis konsep Versa yang menggabungkan kamera gimbal genggam dan drone terbang pintar dalam satu perangkat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HoverAir Memperkenalkan Perangkat Modular Versa

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:00 WIB

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB