Ekspor Minyak Venezuela Terjun Bebas: Kapal Tanker Terjebak, AS Siap Sita Lebih Banyak

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

Eskalasi besar di Karibia! Pasukan AS bajak tanker minyak raksasa Venezuela. Maduro sebut ini pembajakan internasional dan siap perang. Dok: Istimewa.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Urat nadi ekonomi Venezuela sedang tercekik hebat. Laporan terbaru menunjukkan ekspor minyak negara tersebut anjlok tajam pada minggu ini.

Penyebab utamanya adalah aksi militer agresif Amerika Serikat (AS). Pasalnya, pasukan AS baru saja menyita tanker “Skipper” di lepas pantai Venezuela pada Rabu lalu.

AS melakukan penyitaan kargo minyak Venezuela ini untuk pertama kalinya sejak sanksi berlaku pada 2019. Akibatnya, ketakutan melanda industri pelayaran global. Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tanker sewaan perusahaan AS, Chevron, yang berani berlayar ke perairan internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, tanker-tanker lain memilih “tiarap”. Sekitar 11 juta barel minyak dan bahan bakar kini terjebak di perairan Venezuela. Mereka tidak berani bergerak karena takut bernasib sama dengan Skipper.

Baca Juga :  Marco Rubio dan Paus Leo XIV Berkomitmen Perbaiki Hubungan

Skipper Menuju Houston, Washington Siap Buru Lagi

Nasib kapal Skipper kini sudah jelas. Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan pihaknya menahan kapal itu di bawah surat perintah penyitaan. Tuduhannya, kapal tersebut mengibarkan bendera palsu Guyana.

Saat ini, petugas sedang menggiring Skipper menuju Houston. Di sana, AS akan memindahkan muatannya ke kapal-kapal yang lebih kecil.

Lebih gawat lagi, Washington memberikan sinyal perang terbuka terhadap “armada bayangan”. Sumber Reuters menyebutkan bahwa AS sedang bersiap mencegat lebih banyak kapal pengangkut minyak Venezuela. Pemerintah juga menjatuhkan sanksi baru kepada tiga keponakan istri Maduro dan enam tanker terkait.

Maduro Meradang, Lula Telepon

Pemerintah Nicolas Maduro mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai “pencurian terang-terangan” dan “pembajakan internasional”.

Sebagai balasan, parlemen Venezuela mengambil langkah ekstrem. Mereka memulai proses penarikan diri dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Padahal, ICC saat ini sedang menyelidiki dugaan pelanggaran HAM di negara tersebut.

Baca Juga :  PM Li Qiang di Moskow: SCO Harus Memimpin Tata Kelola Global dan Keamanan

Di tengah situasi panas ini, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mencoba turun tangan. Lula menelepon Maduro pada Jumat untuk membahas “perdamaian” di Amerika Selatan.

Menariknya, ini adalah komunikasi pertama mereka sejak pemilu kontroversial Venezuela 2024. Kala itu, Brasil menolak mengakui hasil pemilu yang memenangkan Maduro.

Oposisi Janjikan Kepergian Maduro

Tokoh oposisi Maria Corina Machado juga memberikan tekanan politik terhadap Maduro. Setelah melarikan diri secara rahasia ke Oslo untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian, Machado memberikan janji berani.

“Maduro akan meninggalkan kekuasaan, entah ada pergantian yang dinegosiasikan atau tidak,” tegasnya pada Jumat.

Machado berterima kasih kepada Donald Trump atas “dukungan yang menentukan”. Kini, nasib rezim Maduro berada di ujung tanduk. Dukungan AS yang agresif dan ekonomi yang tercekik blokade laut menjadi ancaman nyata.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan
Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud
Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda
UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik
167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson
Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 November 2026 - 12:04 WIB

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 November 2026 - 09:30 WIB

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney dan Presiden AS Donald Trump membahas potensi kesepakatan perdagangan menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Dan Presiden AS Bahas Kesepakatan Perdagangan

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:21 WIB

Polisi Israel membebaskan tersangka dugaan suap pemilih. Keputusan ini memukul telak manuver Partai Likud pimpinan Netanyahu yang berusaha menolak hasil pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Israel Bebaskan Tersangka Suap Pemilih, Upaya Likud

Selasa, 3 Nov 2026 - 13:11 WIB

Politisi Jerman mengecam aksi penjarahan dan bentrokan saat demonstrasi GenZ regelt! Simak ulasan tuntutan pemuda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Politisi Jerman Kecam Kerusuhan Demonstrasi Pemuda

Selasa, 3 Nov 2026 - 12:04 WIB

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash berharap mediasi Qatar cegah konflik AS-Iran. Simak ulasan perundingan Selat Hormuz.

INTERNASIONAL

UEA Berharap Mediasi Qatar Berhasil Mencegah Konflik

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:08 WIB