Rekap State of the Union: Trump Klaim Kemenangan Ekonomi

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tekanan ekonomi maksimum. Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 50 persen tanpa pengecualian terhadap negara mana pun yang memasok senjata ke Iran, hanya beberapa jam setelah menyepakati gencatan senjata di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

Tekanan ekonomi maksimum. Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 50 persen tanpa pengecualian terhadap negara mana pun yang memasok senjata ke Iran, hanya beberapa jam setelah menyepakati gencatan senjata di Timur Tengah. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump naik ke mimbar Kongres pada Selasa malam untuk menyampaikan pidato kenegaraan tradisional, State of the Union. Momen ini datang saat kepemimpinannya berada dalam fase paling rentan sejak kembali ke Gedung Putih.

Trump menghadapi berbagai tekanan politik berat, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, pidato primetime ini menjadi kesempatan terakhirnya untuk meyakinkan pemilih menjelang pemilu paruh waktu (midterm) November mendatang.

Krisis Domestik: Inflasi dan Kekalahan Hukum

Administrasi Trump baru saja melewati pekan yang sangat bergejolak. Mahkamah Agung secara resmi membatalkan rezim tarif globalnya. Selain itu, data ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan yang melambat drastis saat inflasi justru meningkat tajam.

Guna mengatasi keresahan warga soal biaya hidup, Trump berencana mengumumkan kebijakan baru yang menargetkan industri teknologi. Pemerintah akan mewajibkan perusahaan teknologi membayar kenaikan biaya listrik di komunitas tempat perusahaan membangun pusat data AI baru. Selanjutnya, Trump mengeklaim kemenangan ekonomi dengan menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, atas tingginya harga-harga barang saat ini.

Baca Juga :  Pyongyang Pamer Kekuatan: Korea Utara Uji Coba Bom Klaster dan Senjata Elektromagnetik

Agenda Perang: Membangun Opini Melawan Iran

Salah satu bagian paling krusial dari pidato ini adalah upaya Trump membangun dukungan publik untuk intervensi militer di Iran. Pejabat Washington melaporkan bahwa Amerika Serikat kini semakin dekat dengan konflik bersenjata terkait program nuklir Teheran.

Trump telah memerintahkan pergerakan kapal perang ke Timur Tengah. Bahkan, sumber internal menyebutkan bahwa rencana militer tersebut mencakup opsi “perubahan pemerintahan” di Iran. Ironisnya, pidato ini bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina—perang yang dahulu Trump klaim bisa ia selesaikan dalam waktu 24 jam saja.

Boikot Demokrat dan Skandal yang Menghantui

Pengamat memprediksi ledakan ketegangan politik di Capitol Hill selama pidato berlangsung. Lebih dari 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat dari Partai Demokrat memboikot acara tersebut. Mereka lebih memilih menghadiri unjuk rasa di National Mall guna memberikan “deskripsi jujur” atas kinerja Trump.

Baca Juga :  Tembok Ratapan: Saksi Bisu Peradaban dan Simbol Suci di Jantung Yerusalem

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa enam dari sepuluh warga Amerika menganggap Trump semakin tidak menentu seiring bertambahnya usia. Skandal perilisan berkas Jeffrey Epstein memperburuk masalah ini dan terus membayangi Gedung Putih. Gubernur Virginia, Abby Spanberger, memberikan tanggapan resmi dari oposisi, sementara Senator Alex Padilla memberikan sanggahan dalam bahasa Spanyol.

Pada akhirnya, dunia menanti apakah Trump akan tetap mengikuti skenario atau kembali melakukan improvisasi panjang. Mengingat pidato sebelumnya mencatatkan rekor durasi 100 menit, publik memprediksi sesi kali ini akan menguji stamina fisik dan politik sang presiden di hadapan seluruh rakyat Amerika.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakbar Buka 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritas Warga Lokal dan Perempuan
Mulai 15 April 2026, Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup – Ini Dampaknya ke Jadwal KRL
Transformasi Ancol Dimulai, Fokus pada Experience dan Ekosistem Hiburan
Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Cerah Pagi – Siang Berpotensi Hujan
KPK Sita 6 Barang Elektronik Faisal Assegaf, Terkait Kasus Suap Bea Cukai
16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Pelecehan, BEM Minta Menteri Turun Tangan
Begal Anggota Damkar di Gambir Dibekuk, Ditangkap di Hotel Pluit
Maling Motor Bersenpi Beraksi di RSIA Duren Sawit, Sekuriti Diancam Pistol

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 08:51 WIB

Jakbar Buka 1.000 Lowongan Pramudi Mikrotrans, Prioritas Warga Lokal dan Perempuan

Rabu, 15 April 2026 - 08:37 WIB

Mulai 15 April 2026, Jalur 6-8 Stasiun Bogor Ditutup – Ini Dampaknya ke Jadwal KRL

Rabu, 15 April 2026 - 08:23 WIB

Transformasi Ancol Dimulai, Fokus pada Experience dan Ekosistem Hiburan

Rabu, 15 April 2026 - 06:38 WIB

Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Cerah Pagi – Siang Berpotensi Hujan

Selasa, 14 April 2026 - 21:11 WIB

KPK Sita 6 Barang Elektronik Faisal Assegaf, Terkait Kasus Suap Bea Cukai

Berita Terbaru