Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penunjukan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI) yang baru. Langkah strategis ini bertujuan untuk meredakan kemarahan Kongres Amerika Serikat terkait pengangkatan penjabat sementara sebelumnya.

Sebab, keputusan Trump memilih Bill Pulte sebagai penjabat sementara memicu penolakan keras dari kubu Demokrat. Akibatnya, kubu oposisi menahan dukungan suara untuk memperpanjang undang-undang pengawasan intelijen asing penting (FISA).

Jalan Keluar Kebuntuan Aturan FISA

Aturan pengawasan intelijen asing Seksi 702 akan segera kedaluwarsa pada Jumat tengah malam ini. Oleh karena itu, Trump bergerak cepat mengajukan nama Clayton guna melunakkan sikap keras para senator.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senator Demokrat Chuck Schumer menegaskan bahwa Bill Pulte tidak boleh memimpin lembaga intelijen tersebut. Sebab, lembaga koordinasi 18 badan intelijen ini memegang peran yang sangat vital bagi keamanan negara.

Sementara itu, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menyambut positif pencalonan Clayton oleh presiden. Ia menilai Clayton memiliki reputasi yang sangat baik di dalam komunitas hukum Amerika Serikat. Dengan demikian, Senat siap mempercepat proses verifikasi dan konfirmasi jika dokumen resmi segera masuk.

Baca Juga :  Trump Tuntut Akses Total Greenland Tanpa Batas Waktu

Selain itu, anggota dewan dari Partai Demokrat Jim Himes juga memberikan pujian tinggi kepada Clayton. Menurutnya, kecerdasan dan komitmen publik Clayton akan membuat lembaga intelijen menjadi sangat kuat.

Rekam Jejak Jay Clayton di New York

Clayton saat ini menjabat sebagai Jaksa Federal untuk Distrik Selatan New York sejak April 2025. Sebelumnya, ia juga sukses memimpin Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada masa jabatan pertama Trump.

Selama memimpin kantor kejaksaan Manhattan, Clayton menangani berbagai kasus kejahatan besar dan korupsi publik. Sebagai contoh, kantornya mengawal pembukaan ribuan halaman dokumen rahasia kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein.

Selain itu, Clayton memimpin penuntutan hukum terhadap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas kasus narkoba. Kantornya juga menangkap Mohammad Al-Saadi yang merencanakan teror bom di sinagoge New York.

Sebab, Al-Saadi berniat melakukan aksi balas dendam atas agresi militer Amerika Serikat di Iran. Oleh karena itu, pengalaman hukum Clayton ini menjadi modal kuat untuk memimpin badan intelijen nasional.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, Diskotek dan Rumah Pijat di Jakarta Wajib Tutup Sementara

Namun, Clayton sempat memicu kontroversi saat membela klaim Trump mengenai kecurangan pemilu di California. Ia menilai keterlambatan penghitungan suara meningkatkan potensi manipulasi hasil pemilu secara sistemik.

Kontroversi Bill Pulte dan Perampingan Birokrasi

Trump sebelumnya berencana menunjuk regulator keuangan Bill Pulte sebagai penjabat sementara direktur intelijen nasional. Namun, keputusan tersebut memicu penolakan keras karena Pulte tidak memiliki pengalaman di bidang keamanan.

Meskipun menominasikan Clayton, Trump menegaskan tetap akan memakai jasa Pulte untuk sementara waktu. Sebab, Trump ingin Pulte menjalankan misi khusus untuk merampingkan birokrasi lembaga intelijen tersebut.

Pemerintah memang gencar memangkas anggaran dan jumlah pegawai federal sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, penunjukan sementara Pulte murni bertujuan untuk melakukan efisiensi internal badan intelijen.

Pada akhirnya, publik menanti proses konfirmasi Clayton oleh Senat demi mengakhiri kekosongan kepemimpinan ini. Dengan demikian, pemerintah dapat menjaga keamanan nasional Amerika Serikat dari berbagai ancaman luar secara maksimal.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru