Horor Gunung Piramid Bondowoso, 2 Pendaki Tersangkut di Jurang Punggung Naga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

BONDOWOSO, POSNEWS.CO.ID — Harapan menemukan dua pendaki Gunung Piramid dalam keadaan selamat akhirnya pupus.

Setelah dua hari dinyatakan hilang kontak, seorang pendaki asal Surabaya dan pemandu lokal Bondowoso ditemukan tewas di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter pada Selasa (4/8/2026).

Korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Wonokromo, Surabaya, dan Erfan (35), pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keduanya ditemukan di bawah jalur ekstrem Punggung Naga, salah satu lintasan paling berbahaya di kawasan Gunung Piramid.

Ditemukan Tersangkut di Ranting Pohon

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan tim SAR gabungan menemukan kedua korban sekitar pukul 12.13 WIB. Saat ditemukan, keduanya sudah tidak bernyawa.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kedua jenazah berada dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak sekitar lima meter,” kata Aryo, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  Dua Oknum Konselor Siksa Anak Jalanan di Lubuklinggau, Korban Lompat dari Lantai 2

Lokasi penemuan berada sekitar 60 meter di bawah jalur menuju puncak Gunung Piramid. Medan yang curam dan dipenuhi vegetasi rapat membuat proses pencarian berlangsung sangat sulit.

Evakuasi Tertunda karena Medan Ekstrem

Meskipun tim SAR telah berhasil mencapai titik lokasi korban, evakuasi belum dapat dilakukan pada hari yang sama.

Tebing yang terjal, kondisi tanah yang labil, dan minimnya pencahayaan menjelang sore memaksa petugas menghentikan operasi sementara.

Evakuasi kedua jenazah dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu (5/8/2026).

Sejumlah personel SAR memutuskan bermalam di kawasan Gunung Piramid agar proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan aman begitu kondisi memungkinkan.

Di sekitar lokasi penemuan, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban, termasuk tas, sepatu, serta perlengkapan pendakian lainnya, yang diduga terlepas saat keduanya terjatuh ke jurang.

Hilang Kontak Setelah Mendaki Minggu Pagi

Sebelumnya, Maliya Finda dan Erfan memulai pendakian pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  Operasi Damai Cartenz Buru DPO GW di Tembagapura, Terkait Penembakan Freeport

Sebelum memasuki jalur pendakian, mereka menitipkan sepeda motor Yamaha NMAX merah bernomor polisi P 2938 ES di rumah seorang warga.

Kecurigaan muncul ketika hingga Senin (3/8/2026) kendaraan tersebut belum diambil. Padahal, jalur pendakian Gunung Piramid umumnya dapat ditempuh pulang-pergi dalam waktu sekitar delapan jam.

Warga kemudian melaporkan dugaan hilang kontak kepada aparat, yang langsung memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

Gunung Piramid Dikenal Berisiko Tinggi

Gunung Piramid Bondowoso dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian paling menantang di Jawa Timur.

Jalur Punggung Naga memiliki karakter sempit, berbatu, dan berada di sisi jurang curam, sehingga membutuhkan pengalaman serta kondisi fisik yang prima.

Hingga Selasa malam, penyebab pasti kedua korban terjatuh masih dalam penyelidikan.

Aparat bersama tim SAR akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah proses evakuasi selesai dilaksanakan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja
Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi
Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:29 WIB

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 06:12 WIB

Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Jumat, 18 September 2026 - 05:43 WIB

Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB