TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang menegaskan komitmen kuat untuk terus membantu Ukraina. Tokyo juga akan mempertahankan sanksi ekonomi terhadap Rusia demi mewujudkan perdamaian abadi.
Pertemuan Strategis Motegi dan Sybiha di Tokyo
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menggelar pertemuan di Tokyo. Ia menyambut hangat Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha hari Rabu.
Kedua menteri sepakat mempererat hubungan bilateral bidang keamanan. Motegi menegaskan posisi keras Jepang terhadap invasi Rusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jepang menolak segala upaya pengubahan status quo secara paksa. “Kami berdiri bersama rakyat Ukraina,” ujar Motegi saat konferensi pers.
Restorasi Warisan Dunia Kyiv-Pechersk Lavra
Tokyo akan membantu restorasi biara sejarah Kyiv-Pechersk Lavra. Serangan udara Rusia merusak situs warisan dunia tersebut Juni lalu.
Jepang menyalurkan bantuan pemulihan melalui lembaga kebudayaan PBB (UNESCO). Penyelamatan situs sejarah ini menjadi prioritas diplomasi kebudayaan Jepang.
Sinergi Teknologi Drone dan Pengalaman Bencana
Sybiha menawarkan kerja sama teknologi drone tempur kepada Jepang. Ukraina memiliki pengalaman perang udara yang sangat kaya.
Ia juga memperingatkan bahaya aliansi militer Rusia dan Korea Utara. Sinergi militer tersebut mengancam keamanan wilayah Eropa dan Asia.
Kedua negara juga saling bertukar pengalaman pemulihan pascabencana. Ukraina mempelajari metode rekonstruksi bencana tsunami Jepang tahun 2011. Sebaliknya, Jepang menyerap pelajaran pertahanan dari medan perang Ukraina.
Beasiswa Pendidikan untuk Pejabat Muda Ukraina
Jepang juga mengucurkan bantuan hibah sebesar 81 juta yen. Bantuan finansial tersebut menyokong pendidikan tinggi pemuda Ukraina.
Para pejabat muda akan menempuh studi pascasarjana di Jepang. Program ini bertujuan membangun kapasitas birokrasi masa depan Ukraina. Sebelum mengunjungi Tokyo, Sybiha melakukan pembicaraan diplomatik di Seoul.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












