Investasi Otot: Pentingnya Latihan Angkat Beban Setelah Usia 30

Selasa, 9 Desember 2025 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banyak orang langsung membayangkan tubuh kekar berotot besar saat mendengar kata “angkat beban”. Kaum wanita sering merasa takut terlihat maskulin. Sementara itu, kaum pria malas karena merasa bukan atlet binaraga.

Padahal, persepsi tersebut adalah mitos yang menyesatkan. Latihan beban atau resistance training bukan semata soal estetika atau pamer otot di cermin.

Justru, aktivitas ini adalah bentuk investasi kesehatan paling krusial, terutama saat kita menginjak usia 30 tahun. Kita tidak sedang membentuk tubuh untuk kompetisi, melainkan membangun pondasi agar tetap bisa berdiri tegak di masa tua nanti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melawan Musuh Senyap: Sarcopenia

Mengapa angka 30 menjadi begitu penting? Secara biologis, tubuh manusia mulai mengalami perubahan signifikan di fase ini. Kita menghadapi musuh alami bernama Sarcopenia.

Istilah ini merujuk pada penurunan massa dan fungsi otot yang terjadi seiring penuaan. Faktanya, manusia bisa kehilangan 3 hingga 5 persen massa otot setiap dekade setelah usia 30 tahun.

Baca Juga :  Neuron Cermin: Menonton Olahraga Terasa Begitu Nyata?

Akibatnya, tubuh menjadi lemah dan rapuh secara perlahan. Jika kita membiarkannya, aktivitas sederhana seperti menaiki tangga atau mengangkat galon air akan terasa menyiksa di usia 50-an. Latihan beban adalah satu-satunya cara efektif untuk mengerem laju penyusutan ini.

Mesin Pembakar Lemak Otomatis

Manfaat lain yang tak kalah menggiurkan berkaitan dengan metabolisme. Ternyata, otot adalah jaringan yang “mahal” secara energi.

Otot membakar jauh lebih banyak kalori saat istirahat dibandingkan jaringan lemak. Artinya, semakin banyak massa otot yang Anda miliki, semakin tinggi laju metabolisme tubuh Anda (Basal Metabolic Rate).

Oleh karena itu, latihan beban sangat efektif untuk menjaga berat badan ideal. Anda bisa tetap membakar kalori bahkan saat sedang tidur atau duduk bekerja. Sebaliknya, fokus hanya pada kardio (lari/sepeda) sering kali kurang efektif untuk pembakaran kalori jangka panjang.

Tulang Besi Pencegah Osteoporosis

Di sisi lain, kerangka tubuh kita juga membutuhkan perhatian. Tulang bukanlah benda mati yang statis. Tulang adalah jaringan hidup yang merespons tekanan.

Baca Juga :  Otak Kedua Manusia: Bagaimana Kesehatan Usus Mengendalikan Emosi Anda?

Saat kita mengangkat beban, otot akan menarik tulang. Lantas, tulang merespons tarikan tersebut dengan memproduksi sel-sel baru yang lebih padat dan kuat.

Mekanisme ini sangat vital untuk mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Penyakit ini sering menjadi momok menakutkan bagi lansia, terutama wanita pascamenopause. Maka, angkat beban adalah “asuransi” terbaik agar tulang tidak mudah patah saat kita terpeleset di kamar mandi nanti.

Mulai Ringan, Hasil Jangka Panjang

Pada akhirnya, tujuan utama dari “investasi otot” ini adalah kemandirian. Kita semua ingin menikmati masa tua dengan mandiri, bukan terbaring lemah di tempat tidur.

Kita ingin tetap sanggup menggendong cucu atau membawa belanjaan sendiri. Oleh sebab itu, buanglah rasa malas. Anda tidak perlu langsung mengangkat barbel berat.

Mulailah dengan beban ringan atau berat badan sendiri (bodyweight). Ingatlah, otot yang kuat hari ini adalah tabungan yang akan menopang tubuh Anda puluhan tahun mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Antrean panjang truk kontainer memicu kemacetan parah di kawasan Cakung-Cilincing Jakarta. (Posnews/NU)

JABODETABEK

Jalan Cakung-Cilincing Macet Parah, Ini Langkah Dishub DKI

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:05 WIB

Lompatan teknologi smartphone lipat. Samsung merilis Galaxy Z Flip8 dengan bodi lebih tipis, chipset Exynos 2600 berfabrikasi 2nm, serta fitur kamera canggih. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Resmi Meluncurkan Galaxy Z Flip8

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:09 WIB