Kiai Sepuh PBNU Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kiai sepuh PBNU bertemu Rais Aam KH Miftachul Akhyar di Surabaya untuk membahas percepatan Muktamar ke-35 NU tahun 2026. (Posnews/PBNU)

Sejumlah kiai sepuh PBNU bertemu Rais Aam KH Miftachul Akhyar di Surabaya untuk membahas percepatan Muktamar ke-35 NU tahun 2026. (Posnews/PBNU)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Sejumlah kiai sepuh dari jajaran Syuriyah PBNU mendatangi kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, di Surabaya, Selasa (5/5/2026) malam.

Pertemuan tersebut membahas percepatan jadwal muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Dalam forum musyawarah tersebut, para kiai sepuh meminta PBNU segera memastikan waktu pelaksanaan muktamar agar proses konsolidasi organisasi berjalan lebih matang.

Hasilnya, Rais Aam PBNU menyetujui dorongan agar Muktamar ke-35 NU digelar pada 1 hingga 5 Agustus 2026.

Katib PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir, mengatakan keputusan itu juga telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum PBNU.

“Rais Aam mendorong pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 dan hal itu disetujui Ketua Umum PBNU,” ujar KH Tajul dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga :  Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Bebas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh Syuriyah PBNU Hadir Lengkap

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah ulama senior NU yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur Syuriyah PBNU.

Di antaranya:

  • KH Anwar Iskandar
  • KH Afifuddin Muhajir
  • KH Aniq Muhammadun
  • KH Sadid Jauhari
  • KH Muhibbul Aman Aly
  • KH Tonthowi Jauhari Musaddad
  • KH Imam Buchori

Menurut KH Tajul, pertemuan itu menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan kesinambungan kepemimpinan PBNU.

“Musyawarah para kiai sepuh ini bertujuan memastikan muktamar berjalan lancar dan membawa kemaslahatan bagi jam’iyah Nahdlatul Ulama,” katanya.

Rais Aam Segera Panggil Gus Yahya

Usai pertemuan tersebut, Rais Aam disebut akan memanggil Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, ke kantor PBNU.

Baca Juga :  Mahfud MD Minta Publik Sabar Soal Barakuda Tabrak Ojol Saat Demo di Jakarta

Pertemuan lanjutan itu akan membahas kesiapan teknis pelaksanaan muktamar, mulai dari lokasi, kepanitiaan, hingga mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, Rais Aam juga meminta seluruh jajaran tanfidziyah segera menuntaskan seluruh persiapan agar agenda besar NU tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.

“Rais Aam meminta seluruh persiapan teknis segera dirampungkan agar Muktamar ke-35 NU berlangsung khidmat dan tertib,” tegas KH Tajul.

PBNU Fokus Konsolidasi Internal

Hingga Kamis (7/5/2026), PBNU masih melakukan koordinasi internal terkait teknis penyelenggaraan muktamar.

Muktamar NU sendiri merupakan forum tertinggi organisasi yang akan menentukan arah kebijakan strategis serta kepemimpinan Nahdlatul Ulama ke depan.

Karena itu, PBNU menargetkan seluruh tahapan persiapan berjalan matang agar pelaksanaan muktamar berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Penumpang dan Kru Tewas – Tim DVI Percepat Identifikasi
Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis
Ukraina Tuduh Rusia Lakukan 1.800 Pelanggaran Jelang Hari Kemenangan
Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok
Demo Buruh di Kemnaker Hari Ini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Diprediksi Macet
Jepang Tembakkan Rudal Anti-Kapal dalam Latihan Perdana di Filipina
Maling Motor Scoopy di Kalideres Ditangkap, Polisi Sita Motor Curian di Cengkareng
10 WNI Ditangkap di Arab Saudi karena Haji Ilegal, Pemerintah RI Tak Intervensi

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Penumpang dan Kru Tewas – Tim DVI Percepat Identifikasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kiai Sepuh PBNU Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB

Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:17 WIB

Ukraina Tuduh Rusia Lakukan 1.800 Pelanggaran Jelang Hari Kemenangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:14 WIB

Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Berita Terbaru

Menuju daratan Eropa. Setelah tertahan di lepas pantai Tanjung Verde akibat wabah hantavirus mematikan, MV Hondius kini berlayar menuju Kepulauan Kanari membawa hampir 150 penumpang yang masih berada dalam pengawasan medis ketat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB

Diplomasi di tengah kebuntuan. Teheran sedang meninjau memorandum perdamaian dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, memicu reaksi instan pada pasar energi dunia dan optimisme dari Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:14 WIB