TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bertolak menuju Eropa pada hari Sabtu ini. Langkah taktis ini menandai kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai kepala pemerintahan pada Oktober lalu.
Sementara itu, Takaichi akan mengunjungi Inggris dan Italia sebelum menghadiri KTT G7 di kota Evian-les-Bains. Pertemuan puncak para pemimpin negara tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai Senin depan.
Dengan demikian, G7 akan memfokuskan diskusi pada isu keamanan energi dan rantai pasokan mineral kritis. Para pemimpin juga akan membahas ketegangan geopolitik internasional yang kian memanas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Solusi Stabilisasi Energi dan Selat Hormuz
Takaichi berencana menyampaikan tiga usulan konkret untuk menjaga stabilitas pasar energi global saat KTT berlangsung. Sebab, konflik bersenjata di Timur Tengah saat ini mengganggu pelayaran kapal dagang di Selat Hormuz.
Oleh sebab itu, ia mendesak dunia internasional untuk menjamin kebebasan navigasi pada jalur laut strategis tersebut. Takaichi juga akan mengampanyekan pendanaan ketahanan energi bagi negara-negara Asia Tenggara.
Ketegangan dengan Tiongkok dan Kedaulatan Taiwan
Selain itu, Takaichi menaruh perhatian besar pada pembatasan ekspor mineral kritis oleh pemerintah Tiongkok. Akibatnya, kebijakan sepihak tersebut mempersulit industri manufaktur berteknologi tinggi di berbagai negara sekutu.
Hubungan diplomatik Tokyo dan Beijing memang terus memburuk selama beberapa bulan terakhir. Padahal, Takaichi merupakan politisi berhaluan keras yang menolak ekspansi militer Tiongkok di Selat Taiwan.
Rapat Bilateral dan Jet Tempur Generasi Baru
Sebelum KTT mulai, Takaichi akan menemui Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London pada hari Minggu. Dalam hal ini, mereka bersiap menandatangani kesepakatan keamanan ekonomi dan energi nuklir generasi baru.
Selanjutnya, ia akan bertolak ke Roma untuk bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada hari Senin. Kedua pemimpin negara tersebut akan menyepakati kolaborasi strategis pada sektor semikonduktor dan antariksa.
Pada akhirnya, Takaichi akan mempercepat progres proyek pembuatan pesawat jet tempur masa depan bersama Inggris dan Italia.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












