BARCELONA, POSNEWS.CO.ID – Paus Leo XIV memberikan semangat kepada puluhan ribu anak muda Spanyol untuk tetap teguh menjaga iman mereka. Sebab, generasi muda saat ini menghadapi tekanan sosial yang sangat berat di tengah era digital.
Pertemuan akbar di Stadion Olimpiade Barcelona tersebut sukses menyedot perhatian sekitar 40.000 jemaah. Sementara itu, sorak-sorai penonton pecah saat pemimpin umat Katolik tersebut mengitari lapangan menggunakan mobil khusus kepausan.
Antusiasme Jemaah dan Sentuhan Budaya Catalan
Paus Leo XIV berulang kali menghentikan kendaraannya untuk memberkati bayi-bayi di tribun stadion. Selain itu, ia juga memperagakan isyarat tangan khasnya yang langsung memicu histeria gembira para jemaah muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Panitia juga menyajikan pertunjukan menara manusia tradisional yang sangat terkenal di wilayah setempat. Dengan demikian, kehadiran atraksi tersebut membuktikan penghormatan gereja terhadap kekayaan budaya lokal masyarakat Catalan.
Dialog Terbuka Tanpa Sensor Mengenai Kesehatan Mental
Sesi dialog dalam rangkaian doa vigili malam tersebut berjalan secara terbuka dan tanpa sensor. Namun, suasana mendadak haru ketika beberapa anak muda menceritakan kisah pilu kehidupan pribadi mereka secara langsung.
Seorang perempuan menceritakan perjuangan beratnya melawan depresi hingga sempat melakukan upaya bunuh diri secara tragis. Sebaliknya, jemaah lain mengisahkan masa kecilnya di rumah tahanan anak akibat kekerasan domestik sang ayah.
Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian para pemuda yang membagikan kisah kelam tersebut. Oleh karena itu, beliau menilai masyarakat modern kerap melakukan kesalahan dengan menuntut kesempurnaan tanpa batas.
Beliau menyamakan penyakit depresi yang membungkam jiwa anak muda dengan penderitaan Yesus Kristus di kayu salib. Dengan demikian, iman harus menjadi sauh rohani yang kuat bagi pemuda dalam menghadapi badai kehidupan.
Menolak Normalisasi Tindakan Kekerasan Fisik
Paus juga menyoroti bahaya lingkungan keluarga yang tidak sehat akibat normalisasi tindakan kekerasan fisik. Akibatnya, iklim beracun tersebut merusak mental anak-anak serta memicu peningkatan kasus pembunuhan terhadap perempuan.
Pada akhirnya, Paus mendesak pemulihan sistematis melalui peningkatan akses layanan kesehatan mental dan perlindungan korban kekerasan. Sebab, tanggung jawab moral ini berada di pundak semua pihak demi menjaga masa depan generasi bangsa.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












