Paus Leo XIV Desak Kepekaan Kesehatan Mental

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog terbuka di Barcelona. Paus Leo XIV mendengarkan curahan hati anak muda mengenai depresi serta menyerukan perlindungan bagi korban kekerasan keluarga di Spanyol. Dok: (AP Photo/Bernat Armangue)

Dialog terbuka di Barcelona. Paus Leo XIV mendengarkan curahan hati anak muda mengenai depresi serta menyerukan perlindungan bagi korban kekerasan keluarga di Spanyol. Dok: (AP Photo/Bernat Armangue)

BARCELONA, POSNEWS.CO.ID – Paus Leo XIV memberikan semangat kepada puluhan ribu anak muda Spanyol untuk tetap teguh menjaga iman mereka. Sebab, generasi muda saat ini menghadapi tekanan sosial yang sangat berat di tengah era digital.

Pertemuan akbar di Stadion Olimpiade Barcelona tersebut sukses menyedot perhatian sekitar 40.000 jemaah. Sementara itu, sorak-sorai penonton pecah saat pemimpin umat Katolik tersebut mengitari lapangan menggunakan mobil khusus kepausan.

Antusiasme Jemaah dan Sentuhan Budaya Catalan

Paus Leo XIV berulang kali menghentikan kendaraannya untuk memberkati bayi-bayi di tribun stadion. Selain itu, ia juga memperagakan isyarat tangan khasnya yang langsung memicu histeria gembira para jemaah muda.

Panitia juga menyajikan pertunjukan menara manusia tradisional yang sangat terkenal di wilayah setempat. Dengan demikian, kehadiran atraksi tersebut membuktikan penghormatan gereja terhadap kekayaan budaya lokal masyarakat Catalan.

Dialog Terbuka Tanpa Sensor Mengenai Kesehatan Mental

Sesi dialog dalam rangkaian doa vigili malam tersebut berjalan secara terbuka dan tanpa sensor. Namun, suasana mendadak haru ketika beberapa anak muda menceritakan kisah pilu kehidupan pribadi mereka secara langsung.

Seorang perempuan menceritakan perjuangan beratnya melawan depresi hingga sempat melakukan upaya bunuh diri secara tragis. Sebaliknya, jemaah lain mengisahkan masa kecilnya di rumah tahanan anak akibat kekerasan domestik sang ayah.

Paus Leo XIV menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian para pemuda yang membagikan kisah kelam tersebut. Oleh karena itu, beliau menilai masyarakat modern kerap melakukan kesalahan dengan menuntut kesempurnaan tanpa batas.

Baca Juga :  Indonesia Desak Transparansi Pemblokiran Akun Anak di Bawah 16 Tahun

Beliau menyamakan penyakit depresi yang membungkam jiwa anak muda dengan penderitaan Yesus Kristus di kayu salib. Dengan demikian, iman harus menjadi sauh rohani yang kuat bagi pemuda dalam menghadapi badai kehidupan.

Menolak Normalisasi Tindakan Kekerasan Fisik

Paus juga menyoroti bahaya lingkungan keluarga yang tidak sehat akibat normalisasi tindakan kekerasan fisik. Akibatnya, iklim beracun tersebut merusak mental anak-anak serta memicu peningkatan kasus pembunuhan terhadap perempuan.

Pada akhirnya, Paus mendesak pemulihan sistematis melalui peningkatan akses layanan kesehatan mental dan perlindungan korban kekerasan. Sebab, tanggung jawab moral ini berada di pundak semua pihak demi menjaga masa depan generasi bangsa.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru