Israel Gempur Beirut dan Targetkan Komandan Elit Hezbollah

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Suasana tenang di ibu kota Lebanon mendadak pecah oleh dentuman ledakan. Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Beirut untuk pertama kalinya sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada bulan April lalu.

Pemerintah Israel mengonfirmasi bahwa serangan tersebut secara spesifik menargetkan seorang komandan dari pasukan elit Radwan milik Hezbollah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz merilis pernyataan bersama yang menegaskan tindakan militer tersebut. Media lokal Israel melaporkan bahwa sang komandan tewas di lokasi, meskipun Hezbollah belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status pemimpin mereka tersebut.

Ancaman Terhadap Stabilitas Kawasan

Serangan di Beirut ini memberikan tekanan besar pada kesepakatan damai yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Pasalnya, Teheran selama ini menjadikan penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai syarat kunci dalam perundingan nuklir dan ekonomi dengan Washington.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, pasukan Israel tetap mempertahankan kehadiran militer di wilayah selatan Sungai Litani. Israel bahkan mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di beberapa desa di utara sungai tersebut. Langkah ini mengindikasikan adanya potensi perluasan zona operasi militer Israel di tahun 2026 yang kian tidak menentu.

Baca Juga :  Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Saling Balas di Wilayah Selatan

Hezbollah merespons agresi udara tersebut dengan meluncurkan gelombang serangan drone bersenjata dan roket ke arah posisi tentara Israel. Akibatnya, dua tentara Israel dilaporkan mengalami luka-luka dalam pertempuran di Lebanon Selatan.

Tragedi kemanusiaan juga melanda kota Zelaya. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan udara Israel menewaskan empat orang, termasuk dua wanita dan seorang pria lanjut usia. Selain itu, militer Israel mengeklaim telah mencegat sebuah pesawat asing yang mencoba memasuki wilayah udara mereka sebelum menghancurkan sejumlah infrastruktur milik Hezbollah di beberapa titik strategis.

Diplomasi Lebanon: “Damai Bukan Normalisasi”

Di tengah desing peluru, jalur diplomasi sebenarnya tetap berjalan di tingkat duta besar di Washington. Namun, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan bahwa wacana pertemuan tingkat tinggi antara Lebanon dan Israel masih terlalu dini untuk dibahas.

“Lebanon tidak mencari normalisasi dengan Israel, melainkan mencapai perdamaian yang adil,” tegas Salam pada hari Rabu. Ia merinci rincian tuntutan minimal Lebanon sebagai berikut:

  • Penyusunan jadwal penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah kedaulatan Lebanon.
  • Implementasi rencana pembatasan senjata hanya di bawah kendali negara (pelucutan senjata Hezbollah).
  • Penguatan kesepakatan keamanan sebagai landasan perundingan masa depan.
Baca Juga :  Rel Kereta Dicuri Remaja di Stasiun Jatinegara, Polisi Buru Tujuh Pelaku

Posisi Presiden Joseph Aoun dan Kebuntuan Politik

Presiden Lebanon Joseph Aoun turut memperkuat sikap pemerintah. Ia menyatakan bahwa waktu saat ini tidak tepat bagi dirinya untuk bertemu dengan Netanyahu. Menurut Aoun, prioritas utama saat ini adalah tercapainya kesepakatan keamanan yang solid dan penghentian total serangan agresif Israel sebelum membahas isu-isu politik lainnya.

Sejak Hezbollah memicu perang pada 2 Maret lalu guna mendukung kepentingan Iran, Lebanon menghadapi perpecahan internal yang dalam. Faksi-faksi politik di Beirut kini terbelah antara pendukung resistensi bersenjata dan mereka yang menuntut penguatan otoritas negara di seluruh wilayah nasional.

Menghitung Biaya Perang

Konflik yang meletus sejak awal Maret 2026 ini telah menelan biaya kemanusiaan yang sangat besar. Data Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 2.700 orang tewas di pihak Lebanon. Singkatnya, serangan terbaru ke Beirut ini membuktikan bahwa gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden Donald Trump masih sangat rapuh dan dapat runtuh kapan saja.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Akibat Perselisihan
NPS Peringatkan Gapura Donald Trump Ganggu Situs Bersejarah
Ukraina Tuduh Rusia Lakukan Kejahatan Usai Serangan Drone
Kekeringan Sungai Donau Singkap Bangkai Kapal Perang Nazi
Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas
Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat
Gerhana Matahari Total Di Spanyol Jadi Lahan Riset
Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:46 WIB

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Akibat Perselisihan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:41 WIB

NPS Peringatkan Gapura Donald Trump Ganggu Situs Bersejarah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Kekeringan Sungai Donau Singkap Bangkai Kapal Perang Nazi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Netanyahu Tolak Tarik Pasukan Dari Gaza Sebelum Hamas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Qatar Klaim Perundingan AS-Iran Kemajuan Pesat

Berita Terbaru

Pemerintah Amerika Serikat mencabut visa Duta Besar Brasil Maria Luiza Ribeiro Viotti akibat penundaan persetujuan diplomatik dan penolakan visa para diplomat AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Akibat Perselisihan

Kamis, 6 Agu 2026 - 12:46 WIB

Laporan Layanan Taman Nasional AS memperingatkan gapura setinggi 76 meter prakarsa Donald Trump mengganggu pemandangan situs bersejarah Washington. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

NPS Peringatkan Gapura Donald Trump Ganggu Situs Bersejarah

Kamis, 6 Agu 2026 - 11:41 WIB