Howard Lutnick Dicecar Kongres Soal Kunjungan ke Pulau Jeffrey Epstein

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

Krisis kredibilitas di Washington. Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick menghadapi penyelidikan intensif Kongres setelah terungkapnya kunjungan makan siang ke pulau pribadi Jeffrey Epstein yang bertentangan dengan pernyataan publik sebelumnya. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Integritas Sekretaris Perdagangan AS Howard Lutnick kini berada di bawah sorotan tajam parlemen. Dalam kesaksian pribadi di hadapan komite Kongres pada hari Rabu, Lutnick memberikan jawaban yang memicu perdebatan mengenai hubungannya di masa lalu dengan mendiang miliarder Jeffrey Epstein.

Lutnick, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Cantor Fitzgerald, mengaku tidak dapat mengingat alasan spesifik mengapa ia dan keluarganya menghadiri makan siang di pulau pribadi Epstein pada tahun 2012. Oleh karena itu, ketidakmampuan mengingat ini mengundang skeptisisme dari sejumlah anggota parlemen yang hadir dalam sidang tertrif tersebut.

Kontradiksi Pernyataan dan Bukti Baru

Kunjungan tahun 2012 tersebut secara langsung membantah pernyataan publik Lutnick sebelumnya. Dalam sebuah siniar tahun lalu, Lutnick bersumpah untuk “tidak akan pernah berada di ruangan yang sama” dengan Epstein setelah sebuah insiden di rumah bandar tersebut pada tahun 2005.

Namun demikian, dokumen yang Departemen Kehakiman rilis pada Januari lalu mengungkap fakta yang berbeda. Rangkaian surel menunjukkan bahwa Lutnick tetap berinteraksi dengan Epstein bertahun-tahun setelah klaim pemutusan hubungan tersebut. Bahkan, Lutnick terbukti mengundang Epstein ke acara penggalangan dana untuk kandidat presiden Hillary Clinton di firma finansialnya pada November 2015.

Baca Juga :  Korupsi RSUD Kolaka Timur, KPK Telusuri Peran Pejabat Kemenkes dan Bupati

Perpecahan di Komite Pengawasan DPR

Reaksi anggota komite terbelah berdasarkan garis partai. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Suhas Subramanyam, menyatakan rasa tidak puasnya terhadap jawaban Sekretaris Perdagangan tersebut.

“Kami bertanya berulang kali, ‘Mengapa Anda pergi ke pulau itu?’ Dia menjawab tidak ingat dan menyebutnya sebagai hal yang tidak dapat dijelaskan,” ujar Subramanyam kepada media. Sebaliknya, Ketua Komite dari Partai Republik, James Comer, justru membela transparansi Lutnick. Comer berargumen bahwa Lutnick telah mengoreksi pernyataan awalnya mengenai kunjungan singkat tersebut di awal kesaksiannya.

Risiko Hukum dan Akuntabilitas

Meskipun Comer mendukung Lutnick, ia tetap memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi hukum bagi pejabat publik. Ia menegaskan bahwa memberikan keterangan palsu di hadapan Kongres merupakan tindak pidana berat (felony).

Baca Juga :  Kapolri Pantau Arus Balik di Bakauheni, 385 Ribu Kendaraan Belum Kembali

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika kami menemukan adanya pernyataan yang menyesatkan dari Lutnick, dia akan bertanggung jawab sepenuhnya di depan hukum,” tegas Comer. Lutnick sendiri berdalih bahwa ia hanya bertemu Epstein sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 14 tahun dan hampir tidak memiliki urusan pribadi dengan sosok yang terjerat kasus perdagangan seks anak tersebut.

Bayang-Bayang Skandal Epstein di Tahun 2026

Jeffrey Epstein, yang meninggal di sel penjara pada 2019, terus meninggalkan jejak skandal yang melibatkan tokoh-tokoh elit di Washington. Singkatnya, kasus Lutnick ini membuktikan bahwa hubungan masa lalu dengan figur kontroversial tetap menjadi beban politik yang berat bagi pejabat pemerintahan aktif di tahun 2026.

Dengan demikian, masyarakat kini menanti apakah Kongres akan menindaklanjuti temuan surel tersebut dengan penyelidikan lebih dalam. Stabilitas posisi Lutnick di kabinet sangat bergantung pada konsistensi bukti-bukti yang muncul di masa mendatang terkait kedekatannya dengan jaringan Epstein.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Beirut dan Targetkan Komandan Elit Hezbollah
Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Penumpang dan Kru Tewas – Tim DVI Percepat Identifikasi
Kiai Sepuh PBNU Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026
Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis
Ukraina Tuduh Rusia Lakukan 1.800 Pelanggaran Jelang Hari Kemenangan
Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok
Demo Buruh di Kemnaker Hari Ini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Diprediksi Macet
Jepang Tembakkan Rudal Anti-Kapal dalam Latihan Perdana di Filipina

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:10 WIB

Howard Lutnick Dicecar Kongres Soal Kunjungan ke Pulau Jeffrey Epstein

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:25 WIB

Israel Gempur Beirut dan Targetkan Komandan Elit Hezbollah

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Penumpang dan Kru Tewas – Tim DVI Percepat Identifikasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kiai Sepuh PBNU Dorong Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB

Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Berita Terbaru

Bara di ibu kota. Israel meluncurkan serangan udara pertama ke Beirut sejak gencatan senjata bulan lalu, menargetkan pasukan elit Radwan dan mengancam stabilitas diplomasi regional di tengah perundingan damai AS-Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gempur Beirut dan Targetkan Komandan Elit Hezbollah

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:25 WIB

Menuju daratan Eropa. Setelah tertahan di lepas pantai Tanjung Verde akibat wabah hantavirus mematikan, MV Hondius kini berlayar menuju Kepulauan Kanari membawa hampir 150 penumpang yang masih berada dalam pengawasan medis ketat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Pesiar MV Hondius Bertolak ke Spanyol Usai Evakuasi Medis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB