Prabowo Perintahkan Polri Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (Posnews/Biro Pers)

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (Posnews/Biro Pers)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan polisi mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Serangan brutal terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut langsung memicu perhatian luas dari publik.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan dirinya telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk mengungkap pelaku sekaligus motif di balik aksi kekerasan itu.

Ia memastikan Polri menjalankan penyelidikan secara profesional, transparan, dan berbasis metode ilmiah.

“Kami menerima perintah langsung dari Bapak Presiden untuk mengusut kasus ini secara tuntas, profesional, dan transparan,” kata Kapolri saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3/2026).

Kapolri menegaskan tim penyidik akan mengedepankan metode scientific crime investigation untuk mengungkap identitas pelaku.

Saat ini, jajaran kepolisian tengah mengumpulkan berbagai informasi serta barang bukti dari lokasi kejadian dan keterangan para saksi.

Baca Juga :  Berantas Narkoba Internal, Kapolri Perintahkan Tes Urine Massal di Seluruh Indonesia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Polri membuka posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait serangan tersebut.

Melalui posko ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau petunjuk yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Kami membuka posko pengaduan agar masyarakat yang mengetahui peristiwa ini dapat segera melapor sehingga bisa kami tindak lanjuti,” ujar Sigit.

Serangan air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Jakarta Pusat.

Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah Andrie menghadiri diskusi podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Luka Bakar 24 Persen

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Dimas Bagus Arya menyebut pelaku tak dikenal menyerang Andrie Yunus sekitar pukul 23.00 WIB saat korban meninggalkan lokasi acara.

Baca Juga :  Pandji Dilaporkan ke Polda Metro soal Materi Stand Up Mens Rea - Dugaan Penistaan Agama

“Pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras hingga menyebabkan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh,” ujar Dimas, Jumat (13/3/2026).

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dada, dan area mata.

Rekan-rekan korban langsung membawa Andrie ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Kasus ini langsung menjadi sorotan publik dan komunitas pegiat HAM. Sejumlah pihak mendesak aparat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif serangan terhadap aktivis HAM. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran
Tawuran Dini Hari di Jakarta Utara Digagalkan Polisi, 3 Celurit Diamankan
25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026, Arus Mudik Lancar
Banjir Deepfake di Platform X: Disinformasi AI Kaburkan Realita Perang Iran
Jantung Ekonomi di Ujung Tanduk: Mengapa AS Menghindari Tangki Minyak di Pulau Kharg?
Eskalasi Teluk: AS Bombardir Pulau Kharg, Iran Balas Sasar Fasilitas Bisnis Amerika
Diplomasi Dagang di Perancis: Mencari Penyeimbang Baru dalam Hubungan AS-China
Kasus Air Keras Andrie Yunus, Kapolri Buka Posko Informasi dan Jamin Perlindungan Saksi

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:57 WIB

Seruan Maritim Trump: Koalisi Internasional untuk Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:51 WIB

Tawuran Dini Hari di Jakarta Utara Digagalkan Polisi, 3 Celurit Diamankan

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:29 WIB

25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta di Hari Ketiga Operasi Ketupat 2026, Arus Mudik Lancar

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:49 WIB

Banjir Deepfake di Platform X: Disinformasi AI Kaburkan Realita Perang Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:46 WIB

Jantung Ekonomi di Ujung Tanduk: Mengapa AS Menghindari Tangki Minyak di Pulau Kharg?

Berita Terbaru